hut

British Museum Pamerkan Koleksi Topeng dan Wayang Milik Raffles

British Museum London menghadirkan beragam benda dari Jawa dan Sumatra yang dikumpulkan oleh Sir Stamford Raffles, pejabat Letnan-Gubernur di Jawa selama tahun 1811-1816 itu dipamerkan di lantai 4 gedung British Museum yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara berlangsung dari tanggal 19 September hingga 12 Januari 2020 – Foto Ant

LONDON – British Museum London, menghadirkan beragam benda dari Jawa dan Sumatera yang dikumpulkan oleh Sir Stamford Raffles (1781–1826).

Rafles dikenal sebagai pejabat kolonial Inggris yang mendirikan Singapura modern, dan menjadi tokoh kontroversial sebagai seorang imperialis yang berkomitmen dan reformis progresif selama beberapa dekade.

Pameran koleksi Raffles mulai dari wayang dan topeng teater hingga alat musik dan patung mengeksplorasi masyarakat Jawa abad ke-19 dan tradisi Hindu-Buddha, didukung oleh Kedutaan Singapura di London, Inggris.

Tercatat ada sekira 2.000 jenis benda yang berhubungan dengan Raffles yang dipamerkan. Dimana, hampir 1.500 jenis berasal dari Jawa, Indonesia. Koleksi tersebut dikumpulkan saat menjadi Letnan Gubernur di Jawa di 1811 hingga 1816. Koleksi itu dipamerkan di lantai empat gedung British Museum yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Pameran akan berlangsung pada 19 September 2019 hingga 12 Januari 2020.

Mengawali pameran koleksi Raffles di musim gugur yang dikuratori Dr Alexandra Green, adalah pementasan wayang kulit dengan lakon Brubuh Alengka. Mengambil cerita, cuplikan dari Serat Ramayana dengan dalang Ki Sujarwo Joko Prehatin. Acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 200 penonton yang sebagian besar warga asing yang memenuhi gedung British Museum bahkan ada yang rela berdiri.

Berbagai Topeng yang dikoleksi Raffles di antaranya topeng yang disebutnya topeng Raden Andaga yang terbuat dari kayu dan emas, topeng Dewi Bikang Mardeya dari kayu dan emas, Topeng monyet dari kayu dan emas, Topeng Setan Denawa Kecubung dari kayu dan emas, yang kesemuanya dibuat diawal tahun 1800-an.

Selain koleksi berbagai benda-benda seni serta kain batik, Raffles juga membuat buku yang diberi judul History of Java yang diterbitkan pada 1817. Buku yang ditulis oleh Raffles menjelaskan sejarah pulau Jawa dari zaman kuno Itu dicetak ulang dari master digital Cambridge University Press pada 2010. (Ant)

Lihat juga...