hut

BUMDes Koja Doi Dapat Bantuan Sarana Penunjang Wisata

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Desa wisata Koja Doi, meraih penghargaan Green dalam kategori tata kelola destinasi, dalam program Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019, dari Kementrian Pariwisata RI.

Sebagai sebuah desa wisata, Koja Doi memiliki sebuah kapal wisata berbahan fiber glass bantuan kemnetrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI berukruan 30 GT.  “Ada juga batuan dari mitra kami berupa kapal glass buttom boat dengan kapasitas 12 orang,” ungkap direktur BUMDes Monianse, Desa Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, M.Salihun, Minggu (6/10/2019).

Dengan kapal tersebut, wisatawan dapat melihat keindahan bawah laut perairan di Desa Koja Doi dari atas kapal. Selain itu, ada juga peralatan sepeda air, jet ski dan banana boat. Bantuan dari mitra tersebut bisa disewakan kepada wisatawan yang berlibur ke Desa Koja Doi. “Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari mitra kami hotel Wailiti Beach. Semua bantuan ini diatur dalam perjanjin kerjasama dan kami sangat terbantu sekali dengan adanya berbagai fasilitas ini,” tuturnya.

Yance Moa (kanan) pembina BUMDes Monianse desa Koja Doi kecamatan Alok Timur,kabupaten Sikka,NTT bersama Salahudin yang selalu mengumpulkan sampah.Foto : Ebed de Rosary

Pemerintah desa disebut Yance Moa, Pembina BUMDes Monianse Koja Doi, melakukan kerjasama dengan dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Sikka. BUMDes menjalin kerjasama dengan Lanal Maumere, Polair Polda NTT, untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan ekossitim laut dan mencegah adanya penangkapan ikan dengan cara merusak ekosistem. “Kami ingin mengembangkan pariwisata yang bekelanjutan dan ramah lingkungan.Tidak ada penduduk desa yang melakukan aktivitas pengeboman ikan lagi,” tuturnya.

Pokdarwis telah membuka jalur pendakian ke puncak bukit di pulau Besar. Wisatawan bisa melihat keindahan pulau Koja Doi dari atas ketinggian. Selain itu,ada juga areal kemping di areal sejauh satu kilometer dari mata air Pangaji di kamoung Margajong Dusun III Koja Doi. Wisatawan bisa merasakan sensasi tidur di alam terbuka. “Kalau kempingnya di dusun III  kampung Margajong karena ada mata air. Wisatwan harus berjalan kaki sekitar dua jam melintasi tebing dan sudah ada jalurnya,” tuturnya.

Di lokasi kemping, terdapat padang rusa yang juga masuk areal konservasi. Pemerintah desa sudah mengeluarkan larangan berburu rusa bagi seluruh masyarakat.

Lihat juga...