hut

Cabut Tanggap Darurat, Pemprov Kalteng Pulihkan Karhutla

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) telah resmi mencabut status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat berlaku selama 14 hari dan berakhir pada Senin (30/9).

“Memperhatikan kondisi terkini, maka pemprov menetapkan status transisi darurat ke pemulihan bencana karhutla,” kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PB) Kalteng, Mofid Saptono, di Palangka Raya, Kamis.

Hal itu dilakukan mengingat kondisi saat ini sudah mulai membaik dan pihaknya juga mempertimbangkan, dicabutnya status tanggap darurat karhutla di Kota Palangka Raya oleh pemkot.

Pada saat status transisi darurat ke pemulihan tersebut, maka sejumlah upaya atau tindakan harus dilakukan pemprov, di antaranya mengkaji cepat perkembangan situasi dan penanganan darurat bencana.

“Pemprov juga akan tetap mengaktifkan sistem komando penanganan darurat bencana selama beberapa waktu ke depan,” jelasnya di sela kegiatan.

Selanjutnya melaksanakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat korban dan pengungsi, maupun memberikan pelayanan kesehatan, perbaikan gizi dan perlindungan terhadap kelompok rentan, yaitu anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil.

Juga melakukan pengendalian terhadap sumber ancaman bencana dan perbaikan fungsi dari sarana dan prasarana vital, perbaikan awal sosial ekonomi masyarakat korban dan pengungsi.

“Patroli gabungan tetap akan dilaksanakan, sehingga upaya penanggulangan karhutla meski statusnya sudah berubah tetap bisa dilakukan secara maksimal,” ungkapnya.

Kemudian pos-pos relawan juga diminta tetap diaktifkan, sebagai personel pemadaman karhutla yang terintegrasi dalam posko sesuai dengan kebutuhan. Hingga melakukan inventarisasi secara luas terhadap dampak karhutla.

Saat ini kondisi sejumlah wilayah di Kalteng, diantaranya Palangka Raya maupun Sampit dan sekitarnya, sudah mulai terjadi hujan. Sehingga diharapkan kondisi alam di sekitarnya semakin membaik dan berakhirnya karhutla secara menyeluruh.

“Semua pihak tetap kami minta lebih peduli terhadap kondisi di lingkungannya masing-masing, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...