hut

Cetak Atlet Berprestasi, Pemkab Banyuwangi Diminta Sokong Anggaran Cukup

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUWANGI – Demi peningkatan prestasi atlet Banyuwangi di kancah regional, nasional hingga internasional Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Audiensi tertutup tersebut dilakukan dalam rangka menyampaikan program kerja KONI sekaligus melakukan pembahasan anggaran Tahun Anggaran 2020. Audiensi dilakukan bersama Komisi III DPRD Banyuwangi dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Michael Edy Haryanto.

“Ada surat audiensi dari KONI ke DPRD. Ketua DPRD disposisi supaya saya memimpin. Persoalannya pendanaan. Selain program, yang paling penting adalah pendanaan. Untuk itu, kami ajak Komisi III yang menangani persoalan pendanaan,” kata Michael saat ditemui usai audiensi, Jumat (25/10/2019).

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, agar dapat mencetak atlet berprestasi memang dibutuhkan dana yang besar. “Tapi, juga harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Karena anggaran yang ada saat ini juga pas-pasan. Apalagi tahun depan  di Banyuwangi ada pemilihan Kepala Daerah,” ungkapnya.

Kendati demikian, mantan Ketua Umum KONI Banyuwangi ini juga tidak ingin dana untuk induk cabang olahraga tersebut terlalu kecil. “Pembagian dana KONI ini jangan sampai terlalu kecil. Sehingga membuat cabor-cabor tidak semangat untuk membina olahraga,” ungkapnya.

Menurut Michael, anggaran yang semestinya dialokasikan oleh pemerintah daerah untuk KONI sebesar 4 hingga 5 miliar rupiah. “Sekarang ini banyak yang mencibir KONI belum menunjukkan prestasinya. Ini karena dana pas-pasan, mau kreatif untuk memperkenalkan olahraga terkendala dengan pendanaan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Banyuwangi, Wawan Yadmadi, mengatakan, setiap anggaran yang diusulkan harus berbasis kinerja.

“Usulan anggaran akan kita diskusikan bersama-sama sesuai dengan kemampuan daerah. Karena ini sudah menjadi ranah tim anggaran eksekutif dan tim anggaran DPRD Banyuwangi,” ungkapnya.

Menurut Wawan, anggaran yang diajukan oleh KONI untuk program yang dicanangkan pada Tahun 2020 mencapai Rp 9 miliar. “Itu diajukan dua hari yang lalu. Saya tidak melihat angkanya, tapi harus betul-betul riil, maksimal dan bisa dipertanggungjawabkan dengan catatan untuk menorehkan prestasi,” ujarnya.

Mengenai rekomendasi DPRD Banyuwangi yang menyebut angka Rp 5 miliar, Wawan Yadmadi kembali menegaskan akan mendiskusikan hal itu bersama semua stake holder.

Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi, Mukayin, enggan berkomentar banyak terkait materi audiensi tersebut. Menurutnya kedatangan KONI ke DPRD Banyuwangi sebenarnya bukan untuk membahas soal anggaran.

Ketua KONI Banyuwangi, Mukayin (tengah) usai terpilih sebagai ketua KONI Banyuwangi beberapa waktu yang lalu. Foto: Kusbandono.

“Kami ke sini sebenarnya untuk menyampaikan program-program KONI tahun 2020. Untuk masalah anggaran kami tidak mau mengomentarinya dulu. Biar tidak salah,” ungkapnya.

Lihat juga...