hut

Damandiri Bekali Guru PAUD di Kedungkandang Membuat Media Permainan Berbasis Kearifan Lokal

Editor: Mahadeva

MALANG – Pembuatan media permainan untuk pengembangan nilai-nilai budi pekerti dari budaya lokal dan nilai-nilai agama, menjadi materi paling menarik pada pelatihan dasar guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang.

Salah satu pemateri, Dita Paranita Ning Tyas, dari Universitas Trilogi, mengatakan, fungsi pembuatan media pembelajaran adalah untuk membantu guru lebih mudah menyampaikan materi bahan ajar. Pada pelatihan pembuatan media, difokuskan untuk pengembangan budaya lokal, yang ada di sekitar kelurahan Kedungkandang.

“Jadi permainan tradisional dan budaya lokal yang ada di kelurahan Kedungkandang kita angkat sebagai media pembelajaran untuk anak. Contohnya topeng Malangan, sebenarnya mengajarkan apa sih untuk anak dan nilai-nilai apa saja yang bisa diambil dari topeng Malangan,” ujar Dita, saat memberikan pelatihan di Balai Kelurahan Kedungkandang, Selasa (29/10/2019).

Salah satu guru PAUD peserta pelatihan, Maya, berharap agar pelatihan dari Damandiri bisa terus berlanjut,di balai kelurahan Kedungkandang, Selasa (29/10/2019). Foto: Agus Nurchaliq

Dita menyebut, selama ini pelatihan yang diberikan lebih kepada mengangkat kebudayaan lokal, kearifan lokal, dan potensi alam. Sementara untuk budaya yang ada di desa belum pernah dilatihkan. “Saat kita tanyakan ke peserta, pelatihan yang kita lakukan ini berbeda dengan yang dilakukan dari dinas. Karena memang kita lebih kepada praktek dan mengedepankan kearifan lokal di desa yang kita latih,” tandasnya.

Dita menyebut, sebelum memberikan pelatihan dilakukan survei untuk mengetahui potensi yang dimiliki daerah tersebut. Hal itu untuk memberikan ketepatan sasaran dari materi pelatihan yang akan diberikan.

Salah satu guru PAUD peserta pelatihan, Maya, mengaku mendapatkan banyak hal baru dari pelatihan yang diikuti. Menurutnya, narasumber yang dihadirkan Damandiri telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat. Sebagian ilmunya masih baru dan belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. “Hari ini kami mendapatkan pencerahan ilmu karena banyak ilmu baru yang kami terima disini. Semoga pelatihan yang seperti ini tidak berhenti hanya disini saja, tapi bisa ada kelanjutannya,” pungkasnya.

Lihat juga...