hut

Dana Zakat Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik 

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Pendistribusian zakat oleh badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meningkatkan kesejahteraan mustahik atau para penerima zakat. Hal tersebut terungkap dari hasil kajian yang dilakukan oleh Baznas.

Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor, menyebut, kajian dilakukan untuk mengukur efektifitas pendistribusian zakat. Sesuai UU No.23/2011, BAZNAS ditunjuk menjadi salah satu Lembaga Negara dengan tugas mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat.

Kajian juga untuk memberikan informasi kepada muzaki, mengenai apa yang sudah dilakukan BAZNAS terhadap zakat yang dikumpulkan. “Program pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS terbukti meningkatkan kesejahteraan mustahik dalam bidang material, spiritual, pendidikan, kesehatan dan kemandirian,” kata Zainulbahar dalam publik ekspose ‘Indeks Kesejahteraan BAZNAS’, Kamis (17/10/2019).

Dari data yang ada, tugas untuk mengentaskan kemiskinan secara nasional ternyata tidak mudah dilakukan. Jumlah zakat yang terkumpul baru Rp8,1 triliun pada akhir 2018. Nilainya , baru 2,3 persen dari potensi zakat 230 juta penduduk muslim Indonesia. Hal tersebut memperlihatkan kesenjangan antara masyarakat miskin dan masyarakat kaya di tanah air yang cukup tajam.

Tercatat dalam ukuran Gini Ratio, saat ini posisinya sedikit di bawah angka empat.   “Penelitian dari 3 lembaga dunia yang telah dipublikasikan secara luas menunjukkan, bahwa 10 persen dari rakyat Indonesia menguasai 70 persen total aset nasional,” ujarnya.

Data lain menyebut, pendapatan per-kapita rakyat Indonesia dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN dan BRISK, hanya berada di atas Laos, Vietnam, dan Filipina. Namun, jauh berada di bawah Singapura, Malaysia, Brazilia, dan Rusia.

Melalui Indeks Kesejahteraan, BAZNAS memotret realisasi penyaluran zakat dalam kategori baik,  bernilai 0,71.  Dari sisi pendapatan, definisi baik tersebut menunjukan mustahik yang menerima zakat telah berada di atas garis kemiskinan, yang ditetapkan pemerintah. “Bahkan sebagian bisa jadi ada di atas nishab, dengan 4.000 sample mustahik yang mendapatkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat melalui BAZNAS dari 140.000 mustahik penerima manfaat zakat,” tandas Zainulbahar.

Jumah mustahik masih jauh lebih kecil dibandingkan jumlah penduduk miskin di Indonesia yang disebut oleh BPS mencapai 25 juta. Dari kajian yang dilakukan, menjadi cermin bagi BAZNAS untuk melakukan analisis kondisi.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauki Beik, menambahkan, kajian yang dilakukan menjadi warna baru di dalam pengembangan teori ekonomi syariah. “Ini adalah kontribusi BAZNAS terhadap dunia keilmuan, utamanya bidang ekonomi syariah,” ujar Irfan.

Diharapkan, kajian dapat memperkuat ilmu ekonomi syariah, dimana zakat merupakan salah satu bagian pentingnya. “Tentu kita juga berharap keilmuan ini terus berkembang melalui teori-teori baru seperti indeks Kesejahteraan,” tukasnya.

Direktur Pusat Kajian Strategi BAZNAS, Mohammad Hasbi, mengatakan, kajian Indeks Kesejahteraan menggunakan tiga ukuran kesejahteraan. Diantaranya, Cibest (Center of Islamic Business and Economic Studies) dengan ukuran material dan spiritual. Human Development Indeks dengan ukuran pendidikan dan kesehatan serta kemandirian.

Ukuran Indeks Kesejahteraan BAZNAS berkisar antara 0 sampai dengan 1, yang terbagi dalam lima urutan katagori. ” tidak baik, kurang baik, cukup baik, baik dan sangat baik,” tutupnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com