hut

Dekranasda NTB Gaungkan Tenun Lewat Lomba Desain Busana

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MATARAM — Upaya mengangkat dan menggaungkan produk kerajinan Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya tenun, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB menggelar lomba desain busana berbahan kain tenun.

Ketua Dekranasda Provinsi, Hj Niken Saptarini Widyawati mengatakan, Dekranasda Award kali ini dimaksudkan untuk memacu designer dalam membuat karya sekaligus untuk mengangkat tenun NTB agar lebih dikenal secara luas oleh generasi muda, masyarakat umum, baik nasional maupun internasional.

“Kalau bicara kualitas produk UMKM, terutama tenun, NTB tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja dari segi pemasaran dan promosi perlu lebih dikencangkan, agar bisa dikenal luas masyarakat nasional maupun internasional,” kata Niken di Mataram, Selasa (22/10/2019).

Lomba adalah salah satu cara Dekranasda mengangkat kain tenun NTB supaya bisa dikenal luas. Lomba juga dimaksudkan untuk menanamkan rasa cinta anak muda dan masyarakat terhadap produk lokal, tidak saja tenun, tapi produk UMKM lain.

“Kami harapkan lahir karya yang original, baru dan kreatif dari anak sepuluh Kabupaten Kota yang ada di NTB,” katanya.

Dikatakan, selain lomba disain busana, Dekranasda juga menggelar lomba disain kriya NTB, difokuskan pada pengembangan hasil jadi produk kriya.

Dijelaskannya, untuk kategori yang dilombakan adalah busana kerja pria dan wanita, busana casual remaja wanita dan pria, busana malam wanita muslim dan kategori busana malam pria.

“Akan dicari tiga orang pemenang yang mampu menghasilkan karya busana tenun terbaik dengan tema Bahari,” terangnya.

Sedangkan untuk lomba kriya terbaik akan dikelompokkan melalui kategori produk kerajinan yakni, kelompok keramik, kelompok serat alam, kelompok batu-batuan, kelompok kayu-kayuan, kelompok tekstil, kelompok logam dan kelompok material asli yang lain.

Penilaian lomba kriya terbaik harus memenuhi unsur excellence, authenticity, inovatif, marketability, eco-friendly dan fair social responsibility. Lomba ini terbuka untuk umum, mahasiswa dan pelajar di NTB. Hasil terbaik untuk kriya tahun 2019 akan diikutkan pada Dekranas Award tahun 2020 di Jakarta.

“Kami harapkan dengan adanya acara ini posisi para pengerajin dan designer di NTB bisa terangkat dan bisa go internasional,” tambahnya.

Lihat juga...