hut

Desa Limau Gadang Lumpo di Sumbar Garap Wisata Alam

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Belum lama ini, Nagari/Desa Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, tentang Program Kampung Iklim (Proklim) 2019. Desa Limau Gadang Lumpo, merupakan salah satu dari dua desa di Sumatra Barat yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Wali Nagari Limau Gadang Lumpo, Nasrul Datuak Rajo Bagindo, menyebutkan, bahwa Desa Limau Gadang Lumpo merupakan perkampungan yang berbatasan langsung dengan Kawasan Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Berbicara keasrian lingkungan, Desa Limau Gadang Lumpo, memang patut meraih penghargaan Proklim tersebut. Pasalnya, dengan berbatasan langsung TNKS, keindahan desa ini didapuk sebagai desa yang memiliki potensi pariwisata.

“Kami pemerintah bersama masyarakat berkomitmen untuk hal yang paling utama itu, yakni menjaga dan menciptakan lingkungan yang bersih. Apalagi, adanya program dari pemerintah pusat yang menjadi Limau Gadang Lumpo masuk Proklim, kondisi di nagari/desa ini makin membaik dari waktu ke waktu,” katanya, Rabu (9/10/2019).

Melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Barat yang turut merekomendasikan Desa Limau Gadang Lumpo ke tingkat nasional, suatu hal yang luar biasa bagi masyarakat setempat.

Wali Nagari Limau Gadang Lumpo, Nasrul Datuak Rajo Bagindo, saat memperlihatkan tropi yang diterima dari Kementerian LHK tentang Program Kampung Iklim/ Foto: Ist.

Untuk itu, dengan kini telah ditetapkannya Desa Limau Gadang Lumpo salah satu kampung yang menerima penghargaan dari Kementerian LHK, sebuah pembukitaan bahwa di desanya itu masyarakatnya peduli dengan lingkungan.

“Yang kita garap di sini ini ialah potensi pariwisatanya. Menciptakan sebuah kawasan pariwisata, lingkungan adalah hal utama yang harus dilakukan. Nah, bila menjadi tujuan wisata, maka keberadaan itu dapat meningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Kini, program pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nagari Limau Gadang Lumpo. Hal tersebut didasarkan potensi pariwisata yang dimiliki Nagari Limau Gadang Lumpo yang cukup besar, seperti Wisata Air Terjun Lumpo, Batu Biduak, Lubuak Panjang, Murai Tuak dan Kampung Alai.

“Jadi, semua objek wisata itu sangat indah dan menawan. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri dan masih asri. Semua itu ada karena kita fokus menata lingkungan,” ungkapnya.

Disebutkan, Nagari Limau Gadang Lumpo kini juga menjadi fokus program pengembangan Ekowisata oleh Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Bahkan, kini telah dibentuk kelompok masyarakat sadar wisata yang menjadi ujung tombak pengelolaan pariwisata berbasis alam di nagari ini.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, suatu kebanggaan bisa menerima penghargaan dari Kementerian LHK RI. Penghargaan tersebut diberikan kepada nagari atau desa yang telah melakukan upaya-upaya dan gerakan-gerakan nyata dalam upaya pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas.

Ia mengatakan, penghargaan tingkat nasional itu menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat dan nilai-nilai yang terdapat pada penghargaan itu mesti dipertahankan.

Atas penerimaan penghargaan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Wali Nagari Limau Gadang Lumpo dan pihak terkait lainnya yang telah melakukan banyak hal, sehingga penghargaan tersebut diterima.

“Saya berharap, penghargaan dari KLHK dapat memotivasi nagari lain dalam meningkatkan kepedulian menjaga lingkungan,” tegasnya.

Selain itu, karena salah satu upaya yang dijalankan di Limau Gadang Lumpo adalah ekowisata, dirinya juga berharap penghargaan yang diterima bisa menambah daya tarik wisatawan ke lokasi.
Kegiatan kepariwisataan tersebut, lanjutnya, dibina langsung oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Pesisir Selatan bersama dan Balai Besar TNKS.

Ke depan, pihaknya mendorong agar pemerintah nagari dan masyarakat terus memperkuat berbagai upaya dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai aksi pengrusakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Lihat juga...