hut

Di Era Soeharto Indonesia Macan Asia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Sosok Soeharto selalu menjadi pembicaraan dunia karena prestasinya. Indonesia di era Soeharto menjadi macan Asia dan memang ditakuti atas prestasi yang diraih.

Salah satu narasumber Diskusi Buku ’50 Inisiatif Pak Harto untuk Indonesia dan Dunia’, Prof. Dr. Ir. HM. Budi Djatmiko, menyampaikan, bahwa inisiatif merupakan inovasi dan kreasi. Inisiatif Pak Harto banyak sekali, namun tidak semua inisiatif tersebut terwujud.

Menurutnya, memang benar inisiatif dimiliki banyak orang, dan keunggulan pemimpin adalah mampu membuat inisiatif. Tetapi inisiatif itu ada yang luar biasa bagusnya dan ada yang biasa-biasa.

Budi menyampaikan, banyak pemimpin setelah Pak Harto juga memiliki inisiatif dan mengeluarkan  kebijakan.

Dikatakan Budi, belum ada orang yang berani menyiasati atau menggunakan nama Soeharto ditujukan untuk lembaga-lembaga. Alasan adanya lembaga dengan nama Soeharto untuk mengembangkan tulisan-tulisan seperti yang salah satunya dihasilkan oleh Mahpudi.

Budi katakan, di kalangan kampus sangat alergi dengan nama Soeharto dikarenakan mereka terdogma dengan beberapa tulisan dan pandangan yang mendiskreditkan Pak Harto. Dengan adanya lembaga inilah diharapkan mengubah pandangan mahasiswa.

Tidak hanya itu, karya-karya Soeharto sangat luas sekali, diketahui oleh media, namun media dibungkam untuk menyampaikan karya-karya beliau.

Menurutnya, tidak ada lembaga yang memberikan beasiswa begitu panjang, ini tidak diungkap oleh media karena kita ketahui adanya pembungkaman media untuk pemberitaan seputar inisiatif Soeharto.

Budi tambahkan, sosok Soeharto selalu menjadi pembicaraan dunia karena prestasi yang beliau lakukan untuk dunia.

“Indonesia di era Soeharto menjadi macan Asia dan memang ditakuti atas prestasi yang dilakukan Pak Harto baik di Indonesia maupun di kancah internasional,” ucapnya, Sabtu (19/10/2019), di Plataran Candi Bentar, TMII, Jakarta.

Budi katakan, begitu banyak inisiatif Pak Harto yang menjadi kebijakan. Hanya orang-orang atau para anggota DPR sekarang ini jarang mengikuti jejak beliau.

“Saya ingat, menjelang akhir kepemimpinan, beliau begitu intens dengan Islam, salah-satunya dengan undang-undang pernikahan yang beliau adopsi atau beliau pakai dari syariat Islam. Namun sayang, belum sepenuhnya berjalan, beliau sudah tak jadi presiden,” ucapnya lagi.

Lihat juga...