hut

Diedukasi, Masyarakat Gianyar Diharapkan Menjadi Konsumen yang Cerdas

Editor: Mahadeva

GIANYAR— Globalisasi dan perdagangan bebas, yang didukung kemajuan teknologi, telah memperluas ruang gerak arus transaksi barang jasa. Aktivitasnya telah melintasi batas-batas wilayah suatu negara. Sehingga barang yang ditawarkan menjadi lebih bervariasi, baik produk luar maupun dalam negeri.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Disperindag Gianyar, Ni Wayan Adnyaningsih, mengatakan, kondisi tersebut seperti dua sisi mata uang. Di satu pihak menguntungkan, karena semua barang maupun jasa yang diinginkan bisa dengan mudah terpenuhi.

Namun, disisi lain fenomena tersebut dapat mengakibatkan kedudukan pelaku usaha dan konsumen menjadi tidak seimbang. Konsumen menjadi objek aktivitas bisnis, untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya dari pelaku usaha. “Untuk mengantisipasi hal tersebut bagaimana konsumen kita bisa lebih cerdas dan terlindungi, maka perlu diberikan suatu edukasi,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan Edukasi Perlindungan Konsumen, Pengawasan Barang dan Tertib Niaga, Selasa (15/10/2019).

Dengan edukasi perlindungan konsumen tersebut, diharapkan dapat membantu untuk semakin melindungi konsumen dari pelaku-pelaku usaha tidak bertanggung jawab. Konsumen harus mempunyai kebiasaan teliti, atas barang dan jasa yang ditawarkan. Dengan edukasi, konsumen dapat bersifat kritis, cerdas dan berhati-hati sebelum mengkonsumsi suatu barang atau jasa.

Perlindungan konsumen sudah diamanatkan dalam Undang-undang No.8/1999, tentang perlindungan konsumen. Pada prinsipnya, perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hokum, untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

Asisten 1 Setdakab, Gianyar Wayan Suardana, menyebut, edukasi tersebut dapat meningkatkan wawasan dan membantu masyarakat meningkatkan kesadaran atas hak dan kewajibannya. Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas dan kritis.

Lihat juga...