hut

Dilintasi Gerombolan Paus, Masyarakat Koja Doi Mulai Bersihkan Kebun

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Masyarakat desa Koja Doi termasuk para petaninya selalu membaca tanda-tanda alam saat melaut maupun menanam, dimana kebiasaan ini merupakan warisan leluhur dan diyakini kebenarannya sehingga selalu dilakukan.

Kepala desa Koja Doi kecamatan Alok Timur, kabupaten Sikka, NTT, Hanawi.Foto : Ebed de Rosary

“Masyarakat di pulau Koja Doi dan juga di pulau Besar mulai menyiapkan lahan pertaniannya ketika melihat ada gerombolan mamalia laut Paus melintas di perairan teluk Maumere,” kata Hanawi, kepala desa Koja Doi kecamatan Alok Timur, kabupaten Sikka, NTT, Senin (21/10/2019).

Dikatakan Hanawi, gerombolan Paus tersebut akan melintas dari arah barat laut Flores menuju wilayah timur hingga ke perairan di kabupaten Lembata.

Masyarakat desa Koja Doi sebutnya, setelah melihatnya maka keesokan harinya mulai membersihkan lahan kebunnya karena tidak lama lagi akan turun hujan.

“Ini sebuah kearifan lokal membaca tanda-tanda alam dan selalu terbukti kebenarannya. Makanya sampai sekarang masyarakat disini baru mulai bersiap membersihkan lahan,” ungkapnya.

Selain tanda Paus melintas, lanjut Hanawi, ketika ada gerombolan kupu-kupu terbang dari pulau Besar menuju pulau Flores di bagian selatan pulau ini, maka akan ada angin kencang dan badai.

“Nelayan pasti tidak akan melaut karena akan ada gelombang besar dan bisa menimbulkan kapal tenggelam. Tanda-tanda alam ini biasanya terbukti sehingga ditaati warga,” ungkapnya.

Masyarakat pulau Koja Doi dan pulau Besar lanjut Hanawi, saat berlayar pun selalu berpatokan kepada tanda-tanda alam seperti bintang, bulan dan juga padang lamun.

“Kalau kita menemukan adanya lamun yang terdampar berarti ada pulau yang berpenghuni di depan kita. Dalam melaut pun nelayan tidak pernah tersesat karena selalu berpatokan kepada tanda alam meskipun tidak ada kompas,” terangnya.

Samyadin warga pulau Koja Doi mengatakan, dirinya pun memiliki kebun yang ditanami dengan jambu mete. Saat musim hujan kebun tersebut akan ditanami dengan padi ladang, jagung dan kacang hijau.

“Saya mulai membersihkan kebun untuk persiapan saja sebelum musim tanam. Namun kalau sudah ada tanda-tanda alam akan ada hujan maka kebun mulai disiapkan untuk ditanam,” terangnya.

Hampir sebagian besar warga desa Koja Doi baik di pulau Koja Doi maupun pulau Besar kata Samyadin, memiliki kebin di pulau Besar yang biasa ditanami saat musim hujan tiba.

“Tanahnya berbatu dan lahannya miring sehingga memang hasilnya tidak terlalu maksimal. Paling kami hanya tanam untuk kebutuhan sendiri saja apalagi tanaman jambu mete juga tahun ini tidak berproduksi,” sebutnya.

Warga kedua pulau ini pun tambah Samyadin, selain menggantungkan hidup dari pertanian, juga bergantung kepada hasil laut termasuk budidaya rumput laut yang mulai coba dihidupkan kembali.

“Setelah gempa dan tsunami Flores tahun 1992 budidaya rumput laut mati suri ditambah lagi adanya penyakit yang menyerang. Warga pun berhenti melakukan budidaya karena mengalami kerugian,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com