hut

Dinas: Makam Tumpang di Jakarta Bukan karena Lahan Terbatas

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, menepis adanya anggapan makam tumpang di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur, disebabkan oleh makin terbatasnya lahan di Jakarta. 

Suzi menyebut, bahwa hal tersebut (makam tumpang) karena keinginan keluarga. Makam tumpang merupakan makam yang dapat digunakan oleh lebih dari satu jenazah.

Suzi menyebutkan, masih banyak lahan makam kosong seperti di area Tegal Alur, Jakarta Barat atau Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

“Yang ditumpang itu makam keluarga. Sebenarnya lahan makam kita itu banyak di Tegal Alur di Taman Kusir, masih, lahan baru itu masih banyak, tapi kenapa keluarga itu suka ditumpang ‘makam idola’ karena seperti rumah,” kata Suzi, di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019) siang.

Dia menegaskan, makam tumpang tindih itu adalah kemauan sendiri dari pihak keluarga. Artinya, hal ini bukan berarti lahan pemakaman di Ibu Kota tidak mencukupi.

Kini, pihaknya segera merevitalisasikan sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Ibu Kota, yang ditargetkan selesai pada 2022. Perbaikan pun bakal dilakukan secara bertahap.

Dia mengatakan, saat ini masyarakat melihat makam itu seram, semoga dengan diperbaiki kondisi makam tidak terlihat menyeramkan lagi. Ada 17 makam di Jakarta yang diperbaiki.
“Ada 17 makam di Jakarta yang nanti, (seperti) Tanah Kusir, sudah ada data, yang kita sudah ada desainnya itu seperti taman. Sehingga, tidak terlihat menyeramkan,” ungkapnya.

Suzi berharap, revitalisasi makam membuat warga tak melulu ingin di area pemakaman padat. Dia berjanji, Dinas Kehutanan akan melengkapi makam dengan fasilitas lengkap di seluruh Jakarta.

“Sekarang kita sudah berupaya menyediakan apa yang dibutuhkan masyarakat, tenda, kursi, sound system, itu gratis,” ujar Suzi.

Dia menambahkan, Dinas Kehutanan sudah memasang sejumlah spanduk untuk warga Jakarta melakukan pemakaman melalui jalur pelayanan Pemprov DKI.

“Di situ orang langsung bayar, langsung dapat izin dan lainnya,” kata dia.

Sebelumnya, pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, mulai memberlakukan tumpang jazad dalam satu liang lahat jelang habis masa tampung pada Januari 2020.

“Kondisi lahan untuk pemakaman baru, sudah krisis. Untuk pemakaman baru, agar ditumpang dengan jazad keluarga sebelumnya,” kata Kepala Satuan Pelaksana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Marton Sinaga, Kamis (17/10).

Lihat juga...