hut

Dinkes Flotim Tarik Obat Mag Tercemar NDMA

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan surat edaran pada 4 Oktober 2019, yang memerintahkan penarikan obat asam lambung (mag) mengandung ranitidin.

Menurut BPOM, lima obat mag ranitidin itu terbukti positif tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) terkait risiko kanker, sebagaimana disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA).

“Terkait obat ranitidin, kita sudah lakukan penarikan oleh dinas kesehatan kabupaten Flores Timur,” kata Agatha Lipat Mangan, penanggungjawab farmasi dinas kesehatan kabupaten Flores Timur (Flotim), kepada Cendana News, Jumat (18/10/2019).

Dikatakan Agatha, surat sudah dikeluarkan oleh kepala dinas kesehatan pada 17 September 2019. Menurutnya, obat tersebut ada di Puskesmas di seluruh wilayah kabupaten Flores Timur, tetapi jumlahnya tidak banyak.

Pada prinsipnya, kata dia, dinas kesehatan Flotim mendukung penarikan obat tersebut, karena sudah melalui pemeriksaan dan positif mengandung zat yang berbahaya memicu penyakit kanker.

“Kami telah memerintahkan kepada setiap Puskesmas untuk mengecek kembali obat Ranitidin, sesuai dengan nomor batch yang direkomendasikan oleh BPOM untuk ditarik dari peredaran,” ujarnya.

Agatha Lipat Mangan penanggungjawab farmasi dinas kesehatan kabupaten Flores Timur (Flotim). -Foto: Ist.

Untuk saat ini, kata Agatha, stok obat ranitidin di gudang dinas kesehatan Flotim sudah kosong, tetapi pihaknya sudah melakukan pengadaan baru lagi di bulan Mei 2019.

Pihaknya memesan ranitidin sebanyak 150 ribu tablet dan 2.500 ampul. Ada sekitar 67 nomor batch dari ranitidin yang sudah direkomendasikan untuk ditarik, dan pihaknya sedang mengecek dan akan menariknya dari peredaran.

“Setelah adanya surat dari BPOM, kami sudah berkoordinasi dengan pihak rekanan untuk membuat adendum terkait pergantian obat yang dibeli,” tuturnya.

Agatha juga menyebutkan, terkait obat ranitidin yang beredar di masyarakat, nomor batchnya tidak termasuk dalam daftar yang harus ditarik sesuai rekomendasi BPOM.

Namun kata dia, pihaknya akan melakukan pengecekan lagi terkait pengadaan obat tersebut untuk 2019 ini, sehingga dapat mengetahui kepastiannya.

“Tentu kami akan serius melakukan pengecekan, dan bila ditemukan, maka pasti kami akan lakukan penarikan obat tersebut dari pasar dan fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Martha Diaz, salah seorang warga Larantuka, mengaku tidak paham mengenai jenis obat. Namun dirinya berharap, agar bila sebuah obat dilarang karena ada efek sampingnya yang berbahaya, maka harus ditarik.

Martha berharap, agar dinas kesehatan Flotim bisa melakukan pengecekan obat tersebut di apotik-apotik yang ada di kota Larantuka, agar obat tersebut tidak lagi diperjualbelikan.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com