hut

DLH Pessel Sediakan Tong Sampah Ciptakan Lingkungan Bersih

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, menyediakan tong sampah untuk Taman Kota Spora dan objek wisata Pantai Carocok Painan, guna menciptakan lingkungan yang bersih mulai dari kota hingga ke lokasi wisata.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah  B3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Pesisir Selatan, Darpius Indra, mengatakan, Pemkab Pesisir Selatan berkomitmen mengelola sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga, yang dihasilkan akibat aktivitas di lingkungan serta instansi pemerintahan.

Menurutnya, komitmen tersebut telah ditunjukkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja antara Kepala Perangkat Daerah dengan Bupati Pesisir Selatan, beberapa waktu lalu di TPA Gunung Bungkuak, Kecamatan IV Jurai.

Perjanjian kerja itu untuk mendukung kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah RT akibat aktivitas di lingkungan instansi pemerintahan, sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres) nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah RT dan Sejenis Sampah RT.

“Kita akan kurangi sampah yang dihasilkan setiap instansi pemerintahan dengan target capaian pada 2019 ini sebesar 30 persen, dan target akhir 2025 sebesar 70 persen,” katanya, Kamis (3/10/2019).

Ia menambahkan, untuk pengurangan dan penanganan sampah dan sejenis sampah, terdapat beberapa kebijakan dan strategi yang akan dilaksanakan. Ke depan, Dinas Lingkungan Hidup akan terapkan untuk setiap kepala perangkat daerah mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakannya.

Di antaranya, setiap rapat dan kegiatan sejenis agar menghidangkan makanan yang tidak menggunakan wadah/ kemasan dari plastik, begitu juga dengan kantin kantor agar tidak menjual makanan berkemasan plastik, sama halnya dengan pegawai agar membawa tumbler (botol minum) dan tempat makan sendiri, lalu berhenti membuang sisa makanan, serta menempatkan sampah sesuai dengan jenisnya, dan manfaatkan Bank Sampah dalam pengelolaan sampah.

Selain adanya komitmen itu, Dinas Lingkungan Hidup menyerukan kepada semua perangkat daerah (PD) dan masyarakat di daerah itu, agar melakukan goro serentak setiap hari Jumat pada lingkungan masing-masing.

Upaya itu dilakukan untuk memaksimalkan persiapan dalam menghadapi penilaian tahap dua piala Adipura 2019, yang akan dilakukan oleh tim penilai.

Darpius Indra menjelaskan, berdasarkan jadwal yang diterima dari tim penilai Adipura, penilian tahap dua ke lapangan akan dilakukan pada minggu pertama atau minggu ke dua bulan Oktober.

“Karena minggu pertama bulan Oktober belum datang,  sehingga dipastikan tim tersebut akan turun pada minggu ke dua nanti,” ungkapnya.

Dijelasanya, bahwa tim penilai itu akan berada di Pessel selama empat hari untuk melihat atau melakukan pembuktian secara langsung terhadap dokumen atau data yang sudah diberikan.

“Data atau dokumen yang sebelumnya sudah kita sajikan itu, akan dilakukan verifikasi atau kebenarannya oleh tim penilai ke lapangan. Bila tidak sesuai, maka tim verikasi akan mencoret sehingga bisa mendapatkan nilai nol. Bardasarkan hal itu, maka butuh dukungan dari semua elemen,” harapnya.

Dia menambahkan, bahwa penilaian Adipura 2019 ini berbeda dengan sebelumnya. Hal ini karena penilaian tidak lagi dilakukan di dalam kota, tapi sudah mencakup hingga ke kecamatan sesuai dengan titik pantau yang disajikan ke dalam dokumen yang diajukan.

Selain itu, nama pialanya juga berbeda dari sebelumnya, yakni piala Adipura 2025. Terkait upaya yang sudah dilakukan oleh ASN pada Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Pesisir Selatan, dia menyampaikan apresiasinya.

“Terkait kegiatan goro yang dilakukan ASN dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Pessel pada beberapa pasar yang akan dijadikan sebagai titik pantau, saya meyampaikan apresiasi dan terima kasih. Saya harap, apa yang sudah dilakukan itu, juga ditiru oleh perangkat daerah lainya di Pessel. Minimal di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Lihat juga...