hut

Dua Bekas Tambang di Samarinda Akan Jadi Lokasi Agrowisata

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda mengagendakan pemulihan lubang-lubang bekas tambang yang terlantar sebagai lokasi agrowisata sekaligus menekan kasus kematian anak yang tenggelam di bekas galian tambang.

“Ini langkah pemerintah pusat dan daerah merespon kasus-kasus lubang bekas tambang terlantar yang mengakibatkan korban jiwa,” kata epala Biro Humas Setprov Kaltim, Syafranuddin di Samarinda, Rabu (9/10/2019).

Disebutkan, saat ini ada dua areal bekas tambang yang akan dijadikan kawasan wisata kebun atau agrowisata. Keduanya berada di Makroman dan akan menjadi pilot project. Di daerah ini terdapat lubang bekas tambang dengan luas 1,45 hektare dan areal terdampak seluas 10,29 hektare.

Disebutkan juga, Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memantau sejumlah lokasi bekas tambang di Kaltim.

“Pemerintah merancang satu kawasan agrowisata yang bukan hanya berada di lokasi lubang bekas tambang, tetapi juga melibatkan kawasan masyarakat sekitar,” imbuh Syafranuddin

Untuk memuluskan rencana itu, pada tahap awal, lubang bekas galian atau void akan ditutup. Sedangkan satu void akan diolah seaman mungkin untuk wisata masyarakat.
“Air lubang bekas tambang akan diolah agar kelak dapat dimanfaatkan. Jadi kita arahkan agar ada sinergi antara pemulihan lahan ini dengan masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah berharap masyarakat setempat bersedia diarahkan menanam buah-buahan tertentu yang menjadi ciri khas. Sehingga dapat menarik perhatian wisatawan.

Selain melibatkan masyarakat, pemerintah juga akan mendorong semua perusahaan pemilik konsesi pertambangan bertanggungjawab atas lubang-lubang dan lahan yang terbuka, meski mereka mengaku kerusakan itu ulah aktivitas penambang liar.

Lihat juga...