hut

Eksekusi Terpidana Mati, Jaksa Agung Tunggu Putusan Tetap

Editor: Mahadeva

Jaksa Agung ST. Burhanuddin Memberikan Keterangan kepada Wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (25/10/2019) – Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Jaksa Agung, Sanitar ST Burhanuddin mengatakan, eksekusi bagi terpidana mati akan dilakukan, jika upaya hukum telah selesai dan putusan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkracht.

Saat ini, Kejaksan Agung masih mendata kasus-kasus yang sudah divonis hukuman mati oleh pengadilan. “Pasti kita akan eksekusi, para terpidana hukuman mati apabila sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan tidak mengajukan PK. Dimana masih ada beberapa perkara yang belum inkracht sehingga kita masih menunggu,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin, Jumat (25/10/2019).

Burhanuddin mengaku, tidak ingin terburu-buru melakukan eksekusi mati. Dia mengaku perlu untuk mempelajari kasus-kasus tersebut, sebelum melakukan action. Karena, ada hak terpidana yang harus diberikan, sebelum melakukan eksekusi terhadap terpidana mati.  “Tentu kita butuh waktu untuk mempelajari dan mendalami kasus-kasus dengan hukuman para terpidana mati. Sebab kita tidak ingin eksekusi dilakukan dengan potensi perubahan status hukum di tengah jalan,” ungkapnya.

Burhanuddin menyebut, ratusan terpidana mati saat ini masih dalam proses hokum, dengan upaya hukum peninjauan kembali (PK). Hal itu yang menjadi salah satu penyebab tertundanya eksekusi mati bagi para terpidana mati. “PK ini merupakan upaya hukum terakhir yang dimiliki para terpidana mati, dan kita harus memberikan hak mereka untuk melakukan PK sebagai hak yang diatur dalam undang-undang,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ada 274 orang divonis dengan pidana mati dalam berbagai perkara. Vonis mati ada 68 perkara pembunuhan, 90 perkara narkotika, delapan perkara perampokan, satu terorisme, satu perkara pencurian, satu perkara kesusilaan, dan 105 adalah pidana lainnya. Dari 274 tervonis itu, 26 tervonis menghuni sejumlah lembaga pemasyarakat (lapas) di Jakarta. Mereka terdiri dari 24 pelaku tindak pidana narkotika dan dua tervonis perkara pembunuhan.

Lihat juga...