hut

Festival Wai Humba, Dekatkan Manusia dengan Alam dan Sang Pencipta

Editor: Mahadeva

WAINGAPU – Festival Wai Humba, kembali digelar untuk kedelapan kalinya. Pada awalnya festival digelar di Sungai Paponggu di kawasan pegunungan Tana Daru, Sumba Tengah, pada 29 Oktober 2012 silam.

Festival Wai Humba (FWH) 2019, kali ini berlangsung di Desa Kananggar, kecamatan Paberiwai, kabupaten Sumba Timur,NTT. “Festival ini dikemas sebagai ibadah, pesta rakyat dan sebagai kampanye pelestarian lingkungan hidup di Humba atau Sumba,” kata Direktur Walhi NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi, Selasa (22/10/2019).

Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi salah seorang panitia Festival Wai Humba ke-8 yang juga direktur Walhi NTT.Selasa (22/10/2019).Foto : Ebed de Rosary

Dikatakan Umbu Wulang, yang juga salah satu panitia festival, semangat dan solidaritas persaudaraan sebagai orang yang berbudaya diperkuat dengan karakter-karakter Pancasila pada penyelenggaraan Festival Wai Humba.

Sementara, Kepala Desa Kananggar, Umbu Kudu Nengi Rutung, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Festival Wai Humba VIII di Desa Kananggar.“Ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang luar bisa bagi kami masyarakat desa. Budaya Sumba. Ini perlu kita pertahankan dan lestarikan bersama,” kata Umbu Kudu, Selasa (22/10/2019).

Identitas orang Sumba (Tau Humba) disebut Umbu Kudu, adalah budayanya. Oleh karena itu, warga sangat bangga ketika generasi muda Humba kembali mengingatkan untuk tetap mempertahankan identitas budaya dan terus melestarikannya.

Pater Mike Keraf, salah satu inisiator festival menyebut, festival empat gunung Wai Humba, adalah jembatan alternatif baru untuk mendekatkan kembali manusia dengan Sang Pencipta dan alam sekitarnya. “Festival ini sesungguhnya terinspirasi dari Kalarat Wai atau Pa Erri Wee ala nenek moyang. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya Humba dalam konteks pelestarian dan perlindungan alam dari pengrusakan yang serampangan,” tegasnya.

Festival diselenggarakan, sebagai kesempatan untuk mengucap syukur kepada sang pencipta, dan berterimakasih kepada leluhur yang telah menanamkan kearifan alam. Sementara, Sem Ridi Djawamara, Ketua Panitia Festival Wai Humba menyebut, kegiatannya tetap mengusung tema yang sama dari tahun ketahun. Yaitu, Bukan Humba Yang Menuju Kemusnahan. Tema tersebut menjadi upaya refleksi sebagai orang Sumba yang berbudaya. “Oleh karena itu, festival Wai Humba ini merupakan dialog kebudayaan dan ruang konsolidasi budaya masyarakat Sumba,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com