hut

Gubernur DKI Sebut PAD Masih Jauh dari Target

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan bakal membahas Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil pajak. Menurutnya, PAD ini bergantung pada kondisi ekonomi daerah.

Anies menyatakan terkait pendapatan daerah yang masih jauh dari target itu akan dibahas pada rapat besok, Selasa 22 Oktober. Setiap Selasa, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta secara rutin membicarakan hal itu.

Anies pun berupaya agar transaksi besar bisa terjadi. Hanya saja cepat atau tidaknya penambahan pendapatan bergantung pada kondisi ekonomi.

“Besok kita akan rapat lagi (bahas) soal pendapatan. Mudah-mudahan beres. Karena memang sangat tergantung kondisi ekonomi,” ujar Anies di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) malam.

Dimana Pemprov DKI menargetkan PAD pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI Jakarta tahun 2019 mencapai sebesar Rp 44,5 triliun. Namun, berdasarkan data Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) pada 17 Oktober 2019, PAD dari pajak pendapatan baru tercapai Rp 31,5 triliun atau 70,86 persen.

Pasalnya, target dan realisasi pendapatan Pemprov DKI Jakarta tahun ini jauh lebih kecil ketimbang periode 2015. Pada 2015, Pemprov DKI Jakarta memiliki target Rp 56,30 triliun dan terealisasi sebesar Rp 44,20 triliun.

Data BPRD itu menunjukkan adanya defisit sebesar Rp 12,9 triliun. Anies menegaskan akan mengundang pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan pembahasan program 2020. Menurutnya, PAD dari pajak ini bergantung pada kondisi ekonomi serta tingkat transaksi yang terjadi.

“Jadi memang kita datangi untuk transaksi-transaksi besar yang kita tahu akan terjadi di 2020 kita undang untuk diselesaikan 2019. Itu menggambarkan bahwa isunya lebih pada jumlah transaksi,” pungkasnya.

Anies menyampaikan, transaksi besar yang diproyeksikan tahun ini sudah didorong pihaknya, supaya diselesaik

Lihat juga...