hut

Gubernur DKI: Warga Jakarta Sambut Positif Area Pedestrian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, dibangunnya area pedestrian di wilayah DKI disambut positif oleh masyarakat Jakarta.

“Alhamdulilah banyak masyarakat yang mulai merasakan pemanfaatannya. Banyak yang sekarang merasakan, alhamdulilah (masyarakat) bisa berjalan lagi leluasa,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

Dia berharap infrastruktur yang dibangun pemerintah, seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan trotoar dijadikan sarana interaksi.

“Jadi yang ingin saya sampaikan, istilah yang tadi disebut sebagai soal ruang, ini kami mendorong ada kegiatan di ruang ketiga, ada rancangan di ruang ketiga yang memunculkan interaksi,” tutur Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan bahwa banyak fasilitas publik yang berfungsi sebagai ruang interaksi, yakni taman dan tempat bermain. Selain itu, ada JPO dan trotoar yang dibangun dengan desain kekinian.

“Saya beri contoh tentang trotoar atau tentang jembatan penyeberangan orang. Saya tuliskan di JPO yang ada di Gelora atau yang lain bahwa ‘berangkat dan pulang kerja jangan jadi perjalanan saja, dia harus menjadi pengalaman’. Nah kalau dia menjadi pengalaman, maka selalu akan memberikan perasaan yang berbeda,” tuturnya.

Namun dia tidak menjelaskan secara detail trotoar mana yang mendapat apresiasi dari masyarakat. Padahal, trotoar yang sudah selesai direvitalisasi hanya di kawasan Sudirman-Thamrin.

Sedangkan lainnya, seperti di Kemang, Cikini, Salemba dan Matraman belum tuntas. Meski begitu, Anies mengimbau agar masyarakat terbiasa berjalan kaki.

“Tentu ada proses pembelajaran untuk lebih terbiasa menggunakan trotoar dalan kegiatan sehari-hari,” pungkasnya.

Selain itu dia juga mengajak warganya untuk berkontribusi dalam pembangunan di Jakarta. Anies ingin warga memberikan solusi kepada pemerintah terkait permasalahan yang terjadi di Jakarta. Hal itu penting dilakukan untuk pembangunan Kota Jakarta ke depannya.

“Kami mendorong agar kota ini tidak dibangun sendirian. Seakan-akan pemerintah tahu semua solusi. Pemerintah itu tidak tahu semua solusi,” katanya.

Anies berharap, pembangunan di Jakarta bisa menjadi contoh di kota-kota lain. Salah satu pembangunan yang tengah dikebut ialah revitalisasi sejumlah trotoar di Jakarta.

“Apa yang kita kerjakan hari ini di beberapa lokasi itu tidak berhenti di sana. Kita ingin meluas ke seluruh wilayah Jakarta. Tapi yang tidak kalah penting, kenapa gambaran ini menjadi penting? Karena harapannya ini bisa menjadi inspirasi bagi kota-kota lain, penduduk, tempat-tempat lain untuk bisa melakukan seperti yang dikerjakan oleh Jakarta,” pungkasnya.

Dia menegaskan pembangunan jalur pedestrian menjadikan pejalan kaki sebagai arus utama (mainstream). Revitalisasi pedestrian mengedepankan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta, mulai dari anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga para penyandang disabilitas.

“Kesetaraan tersebut tercermin dari tersedianya ramp (bidang miring), guiding block (paving kuning di trotoar), hingga pemuatan instalasi dan aktualisasi karya seni di ruang-ruang terbuka yang bisa dinikmati setiap warga dengan bebas,” kata Anies.

Diberitahukan, revitalisasi trotoar telah dilakukan sepanjang 134 kilometer sejak 2017 hingga 2019. Angka ini ditargetkan akan terus meningkat pada tahun 2020, di mana telah disiapkan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer dengan anggaran optimal hingga Rp 1,1 triliun.

Salah satu hasil revitalisasi trotoar yang dijadikan percontohan adalah trotoar di Jalan Sudirman – MH. Thamrin yang direvitalisasi pada 2017-2018. Jalur pedestrian tersebut sudah didesain ramah bagi para penyandang disabilitas, termasuk adanya pelican crossing antar trotoar di sisi barat dan timur.

Revitalisasi trotoar di tahun ini diperluas ke lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta. Sebanyak 51 lokasi jalan di seluruh wilayah Jakarta yang mengalami revitalisasi trotoar dengan total anggaran sekitar 327 miliar rupiah, antara lain di Jalan KH. Wahid Hasyim dan Sudirman-Thamrin (Jakarta Pusat), Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Fatmawati (Jakarta Selatan), Kawasan Velodrome (Jakarta Timur), Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat), Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Pluit Selatan Raya (Jakarta Utara).

Lihat juga...