hut

Gubernur Optimis Pembangunan Jembatan Pulau Balang Sesuai Target

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Pembangunan jembatan Pulau Balang yang kini berjalan di Provinsi Kalimantan Timur, diyakini akan selesai sesuai jadwal dan target, pada 2020. Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, optimis rampungnya pembangunan jembatan pulau Balang akan menjadi urat nadi perekonomian Kalimantan.  

Jembatan tersebut penghubung kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan, menjadi jalur konektivitas dan aksesibilitas distribusi barang, orang dan jasa dari Kalimantan Selatan ke beberapa daerah di Kaltim. Selain Paser, Penajam Paser Utara dan Balikpapan.

“Saya yakin, Bapak Menteri sudah melihat pembangunan jembatan ini. Juga infrastruktur lainnya. Tentu sangat penting dalam mendukung percepatan pembangunan ibu kota negara (IKN),” ucapnya, Senin (7/10/2019).

Gubernur Kaltim, Isran Noor, bersama Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, dan Menteri ATR Sofyan Djalil, saat meninjau pembangunan Jematan Pulau Balang, Senin (7/10/2019). –Foto: Ferry Cahyanti

Beberapa daerah yang dipastikan terkoneksi sebagai wilayah penyangga ibu kota negara dengan beroperasinya Jembatan Pulau Balang, yakni, Kutai Kartanegara (kawasan IKN), Samarinda selaku ibu kota provinsi (pusat pemerintahan dan kota jasa), Kota Bontang (kawasan kluster industri), Kutai Timur (kawasan ekonomi khusus Maloy) serta Kabupaten Berau (kawasan industri pariwisata).

“Kalau sudah begini, pastilah pusat bantu melalui APBN atau dana apa sajalah namanya. Pokoknya, IKN dan infrastruktur serta fasilitas pendukung lainnya segera tuntas terbangun,” jelas Isran Noor.

Dia menambahkan, dengan terbangunnya jembatan Pulau Balang, jalur distribusi akan lancar dan beberapa daerah yang sulit terjangkau selama ini akan mudah dicapai.

“Bahkan, biaya tinggi dan waktu angkut yang lama untuk distribusi sudah bisa dipastikan terjadi efesiensi,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menargetkan pembangunan Jembatan Pulau Balang selesai pada 2020.

Progres jembatan yang berada di atas Teluk Balikpapan ini sudah mencapai 69,3 persen hingga September 2019.

“Jembatan Pulau Balang akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas pada lintas selatan Kalimantan sebagai jalur utama angkutan logistik. Sebab, jarak dan waktu tempuh akan lebih cepat,” ujar Basuki, saat kunjungi jembatan Pulau Balang, belum lama ini.

Lihat juga...