hut

Hamparan Sampah Penuhi Kali Jambe di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sungai atau Kali Jambe di Desa Satria Jaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dipenuhi hamparan berbagai jenis sampah. Terlihat jenis sampah menutupi permukaan air mulai dari sampah styrofoam, kayu, batang pohon pisang, botol plastik, hingga selimut bekas.

Tumpukan sampah tersebut menjadi perhatian dan tontonan warga di kompleks setempat. Bahkan tak jarang anak-anak bermain menyeberang di atas tumpukan sampah yang memadati Kali Jambe.

“Tumpukan sampah sudah terjadi sejak Minggu (27/10/2019). Karena hujan di hulu kali, padahal hujan tidak sampai ke desa Satriajaya,” ujar Yuli, warga RT 03/RW 12, kompleks Satriajaya Permai, desa setempat, kepada Cendana News, Rabu (30/10/2019).

Ibu Yuli, warga kompleks Satria Permai, Tambun Utara Kabupaten Bekasi, saat dijumpai, Rabu (30/10/2019) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan sampah tersebut adalah sampah kiriman karena hujan tidak sampai ke desa Karang Satria. Kalau debit airnya besar pasti sampah akan terus ke hilir. Hilir Kali Jambe diketahui berada di Kali CBL.

Tumpukan sampah tersebut terasa saat malam aroma tak sedap tercium masuk ke kompleks. Yuli berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi segera mengatasi dengan mengangkat sampah.

Menurutnya, Kali Jambe merupakan aliran sungai dari Cikeas, dan setiap waktu pasti banyak sampah melintas tetapi tidak mandek seperti sekarang. Tumpukan sampah tersebut murni sampah kiriman bukan sampah warga di lingkungan Karangsatria tapi dari hulu yang dibawa hujan.

“Kali Jambe mah, setiap waktu dipenuhi sampah. Dibersihkan begitu lagi, ini kan baru dua bulan lalu dibersihkan dilakukan pendalaman. Itu tanahnya digunakan untuk menguruk lahan warga fasilitas olahraga. Sekarang sampah menumpuk lagi,” ujar Yuli.

Dikonfirmasi terpisah, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, mendorong Pemkab Bekasi untuk membeli peralatan seperti yang dipakai di DKI. Alat tersebut berfungsi untuk membersihkan sampah, bahkan bisa multi fungsi juga mengeruk dan menyedot lumpur.

“Kami akan mendorong Pemkab Bekasi membeli alat tersebut. Mengingat persoalan pencemaran kali di Bekasi kerap terjadi dan penanganannya belum maksimal,” tukasnya.

Disamping itu, Nyomarno juga mendorong Perda tentang Pengelolaan Persampahan. Di dalamnya mengatur sistem penataan dan pengelolaan persampahan. Untuk membantu Dinas Kebersihan, UPTD Kebersihan  melibatkan setiap kecamatan dalam penanganan sampah.

“Sampah di Bekasi harus diatur dalam Perda, yang memaksa kesadaran masyarakat dan kepedulian terhadap masalah sampah,” tegasnya.

Sementara Camat Tambun Utara, Dodo Rosika, dihubungi terpisah, mengaku, sudah mendapat laporan dari perangkat Desa Satriajaya soal  tumpukan sampah. Dia mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas LH untuk mengangkut sampah tersebut.

“Tentu akan diselesaikan secepatnya. Besok akan rapat dengan pihak terkait,” ujar Camat Tambun Utara, Dodo Rosika saat dikonfirmasi, Rabu (30/10/2019).

Dikatakan rapat akan melibatkan Dinas PUPR, UPTD Kebersihan, Dinas LH, Kades Satria Jaya, BPD, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Dodo menyebut penjang hamparan sampah itu mencapai ratusan meter dengan kedalaman mencapai 3 meter.

Lihat juga...