hut

Harga Anjlok, Petani di Lampung Selatan Biarkan Tomat Membusuk di Ladang

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Petani tomat di Lampung Selatan mengeluhkan anjloknya harga. Saat ini harga jual tomat di tingkat petani hanya Rp800 perkilogram.

Jaidi, petani tomat di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menyebut harga tomat sebelumnya mencapai Rp5.000.  Saat ini setelah harga turun menjadi Rp800 perkilogram, petani memilih membiarkan tomat miliknya membusuk di pohon. Hasil panen yang sangat minim, membuat Dia memilih tidak memanen. Biaya operasional yang dikeluarkan untuk memanen tidak sebanding dengan hasil panen yang diperoleh.

Selama menanam, Jaidi memanfaatkan mesin pompa untuk mendatkan air dari sungai Way Pisang. Sesuai kalkukasi, biaya penyedotan air selama masa tanam hingga panen, sekira tiga bulan, menghabiskan dana Rp2 juta. “Sesuai dengan kalkukasi yang saya lakukan biaya operasional saja sudah habis lebih dari tiga juta, sementara kalau dijual hasil panen tomat hanya sekitar empat juta, belum biaya operasional panen,” ungkap Jaidi saat ditemui Cendana News di lahan budi daya tomat miliknya, Senin (21/10/2019).

Biaya operasional panen dihitung dari upah pemetikan, serta kotak papan untuk penyimpanan yang dihargai Rp10.000 perunitnya. Biaya operasional yang tidak sebanding dengan harga jual, dirasakan terjadi sejak panen ke dua.

Ribuan batang tomat dengan lanjaran dari bambu milik Jaidi saat ini sebagian sudah mulai mengering. Dan saat ini Jaidi merasa putus asa, karena harga masih berpotensi turun hingga mencapai Rp300 per-kilogram. “Saya sudah tidak semangat mengurus tanaman tomat yang saya miliki kalau ada yang minta saya persilakan memetik di pohon,” ungkap Jaidi.

Jaidi menyebut, harga ideak tomat di level petani adalah Rp5.000 per-kilogram. Harga tersebut bisa menutup biaya operasional pupuk, obat sekaligus biaya distribusi. Harga Rp5.000 masih bisa memberikan keuntungan untuk petani.

Jumilah,salah satu pedagang sayuran di pasar tradisional Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan menjual sejumlah sayuran dan bumbu,Senin (21/10/2019) – Foto Henk Widi

Bersamaan dengan harga tomat yang anjlok, Jaidi menyebut cabai keriting justru menguntungkan. Harga cabai keriting di tingkat petani saat ini Rp30.000 per-kilogram, harga yang cukup menjanjikan. Hal itu mendorong petani beralih menanam cabai, karena di akhir tahun diyakini bisa mencapai Rp45.000 per-kilogram.

Jumilah, salah satu pedagang sayur di salah satu pasar tradisional menyebut, harga sayur yang signifikan anjlok adalah tomat. Jika di petani hanya Rp800m maka di pedagang maksimal Rp1.200 per-kilogram. Sedangkan cabai keriting dari semula Rp25.000 per-kilogram, kini naik menjadi Rp30.000 per-kilogram. Bawang merah dan bawang putih yang semula dihargai Rp25.000 per-kilogram, kini menjadi Rp32.000 per-kilogram. Harga tersebut akan semakin merangkak naik, jika musim penghujan belum tiba. Harga berpotensi naik, seiring dengan meningkatnya permintaan.

Lihat juga...