hut

HMS Gelar Rakornas di Padepokan Pencak Silat TMII

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Himpunan Masyarakat Soehartonesia (HMS), merupakan organisasi masyarakat yang memiliki satu visi, yakni melanjutkan program-program pembangunan Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto. 

HMS yang lahir di 2016, berkomitmen menyusun berbagai strategi yang mengakar terhadap kehidupan masyarakat. Ini dibuktikan melalui rapat kerja nasional (Rakornas) HMS, dalam rangka meningkatkan sinergi dari seluruh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HMS di seluruh Indonesia.

Ketua Umum HMS, Giyanto Hadi Prayitno pada Rakornas HMS di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (5/10/2019). Foto: Sri Sugiarti

“Rakornas ini adalah konsolidasi pengurus DPP HMS dan juga persiapan deklarasi nasional akhir tahun ini. Serta menjalankan program sosial dan ekonomi kerakyatan tahun 2020,” kata Ketua Umum HMS, Giyanto Hadi Prayitno, di sela-sela Rakornas HMS di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Dalam kegiatan sosial, HMS akan menyelenggarakan santunan terhadap 1.000 anak yatim, dan sunatan massal pada Maret 2020 mendatang.  “Agenda wajib HMS adalah hadir di Maret Bulan Pak Harto, dan ziarah kemerdekaan ke makam almarhum Pak Harto di Astana Giribangun, Karanganyar, Solo,” ujarnya.

Giyanto menegaskan, bahwa semua pendanaan acara HMS murni dari pengurus DPP, DPD dan DPC yang mayoritas berprofesi sebagai pengusaha. HMS tidak terafiliasi, dan bukan merupakan sayap Partai Berkarya. Namun dalam acara-acara insidental yang dilaksanakan keluarga Cendana dan partai Berkarya, selalu selalu hadir dan mengikuti. “HMS bukan sayap Partai Berkarya, tapi dalam kegiatan keluarga kami selalu hadir,” tukasnya.

Sejak HMS berdiri di 2016, banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi. Namun hal itu disebut Giyanto, tidak menyulutkan semangat dalam menghimpun masyarakat yang cinta terhadap Presiden Soeharto. Giyanto merasa bersyukur, setelah melalui proses panjang, dirinya mendapatkan orang-orang terbaik di DPP HMS dengan dedikasi dan semangat membangkitkan program-program pembangunan Pak Harto. “Alhamdulillah, setelah jatuh bangun, cacian, fitnah, dan segala macam tudingan, saya mendapatkan loyalis Pak Harto yang tidak saya duga sebelumnya. Kami berkomitmen merawat legacy pembangunan Pak Harto,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, para loyalis Pak Harto itu adalah masyarakat pelosok, yang belum mengenal dekat dengan mengenai media sosial. Namun mereka pernah merasakan kesuksesan pembangunan di era Pak Harto. Sehingga salah satu upaya untuk  mengingatkan kembali jasa-jasa Pak Harto adalah melalui refleksi sejarah ke makam di Astana Giribangun.

Selain ziarah ke makam almarhum Pak Harto, sebanyak 400 orang HMS itu juga napak tilas ke Dalem Kalitan. “HMS adalah satu-satunya ormas pecinta Soeharto. Kami targetkan refleksi sejarah di 2020 mencapai 1.000 orang,” pungkasnya.

Lihat juga...