hut

Inovasi API-SIWA Berikan Solusi Atasi Polusi Udara

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Indonesia merupakan negara penyumbang emisi gas karbon dioksida (CO2) terbesar ke empat di Asia. Diprediksi, emisi total gas rumah kaca di Indonesia akan mencapai angka 1563 ton CO2 di tahun 2030.

Sementara di sisi lain, letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memiliki keunggulan berupa potensi energi surya yang melimpah.

Menyadari potensi tersebut, lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mencoba memanfaatkannya menjadi energi listrik yang dikombinasikan dengan zeolite alam Indonesia (adsorbent gas CO2) melalui inovasi baru berupa Air Pollution Information System Integrated with Air Filtering, Internet of Things and Renewable Energy (API-SIWA).

Lima mahasiswa tersebut yakni Naila El Arisie, I Wayan Angga Jayadiyuda, Muhammad Khuzain, HafidhHidayat, dan Allysa Apsarini Shahfah.

Dijelaskan Naila, API-SIWA melalui sensor yang berada di dalamnya berfungsi untuk memonitoring kondisi lingkungan sekitarnya secara real time, sekaligus melakukan proses filtrasi untuk mengurangi tingkat gas karbon dioksida.

Selain itu, API-SIWA juga mampu memberikan informasi terkait dampak kesehatan yang diakibatkan oleh kadar CO2 yang ada melalui aplikasi android.

Jadi ketika kadar karbon dioksida terdeteksi sudah melampaui 600 ppm yang merupakan batas normal kadar CO2 di lingkungan, maka relai dihidupkan untuk menyerap udara sekitar.

“Di sinilah kemudian proses filtering menggunakan zeolite alam terjadi dan kipas penghisap akan menangkap gas CO2. Agar bebas polusi, alat ini memanfaatkan panel energi tenaga surya untuk menggerakkan kipas,” jelasnya, Rabu (2/10/2019).

Setelah udara selesai di filter, maka kadar CO2-nya akan berkurang dan udara akan dikeluarkan kembali lewat lubang-lubang kecil yang ada dibelakang alat. Dimana udara yang dikeluarkan sudah dalam bentuk gas oksigen, sedangkan CO2-nya sudah hilang, sehingga udara menjadi bersih.

“Alat ini sangat cocok jika diimplementasikan di tempat-tempat padat penduduk maupun di daerah perindustrian,” ucapnya. Hanya saja, lanjutnya, jika diterapkan pada kawasan industri, zeolite yang digunakan harus lebih banyak agar bisa berfungsi maksimal untuk menyerap CO2.

Lebih lanjut, Naila dan timnya berharap, dengan temuan inovasi API-SIWA tersebut dapat menyelesaikan masalah polusi udara, mencegah perubahan iklim, serta meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat.

Berkat temuan tersebut, tim API-SIWA berhasil meraih silver medal pada ajang Japan Design, Idea and Invention Expo 2019 di Tokyo, Jepang.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com