hut

Jalan Panjang Eksplorasi BBN

Editor: Mahadeva

Kepala Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Ir. Yarianto Sugeng Budi Susilo, M.Si (batik kuning) saat ditemui di Ruang Muda Batan PAIR Jakarta, Rabu (16/10/2016) – Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Eksplorasi unsur radioaktif yang dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), bukan hanya menghasilkan Bahan Bakar Nuklir (BBN). Aktivitasnya, juga menghasilkan senyawa Logam Tanah Jarang (LTJ) yang memiliki nilai penting dalam pengembangan teknologi dan elektronik. 

Kepala Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN)  Batan, Ir. Yarianto Sugeng Budi Susilo, M.Si, menyampaikan, penugasan untuk eksplorasi mineral radioaktif diberikan dalam rangka mempersiapkan bahan bakar nuklir untuk masa depan.  “Awalnya, PTBGN ini dibentuk pada 12 Juli 1969 dan bernama Badan Survei Geologi. Amanatnya adalah mencari bahan bakar nuklir didasari oleh pertimbangan bahwa bahan bakar nuklir ini akan bernilai di masa depan,” kata Yarianto, Rabu (16/10/2019).

Eksplorasi pertama kali dilakukan secara kerja sama dengan Perancis. Kegiatannya dilakukan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara. “Sekitar 1970-an, kita melakukan eksplorasi dengan menggunakan radiometri. Untuk mendeteksi anomali. Saat itu, kita menemukan di Kalang. Dan eksplorasi dilakukan. Hingga akhirnya, saat ini kita sudah bisa mengolah biji Uranium menjadi Yellow Cake, yang kemudian diolah lagi menjadi UO2,” papar Yarianto.

Hingga saat ini, di Kalang masih bisa dilihat Underground Mining sepanjang 618 meter. “Sekitar 1980-an, Perancis mengundurkan diri dari kerjasama tersebut. Jadi semenjak itu, Indonesia bekerja mandiri. Bahkan kita membangun tambang berbentuk terowongan sendiri,” ujar Yarianto.

Selain dengan Perancis, Batan juga bekerja sama dengan Jepang dan Jerman untuk melakukan eksplorasi di wilayah Sumatera, yaitu Aceh, Sibolga Sumatera Utara dan Lampung.  “Kalau  di Jawa, kita lakukan di Muria tapi tidak berprospek. Di beberapa daerah Papua juga kita lakukan. Tapi karena terkendala masalah keamanan maka eksplorasi tidak dilanjutkan,” ungkap Yarianto.

Yang terbaru adalah di 2013 yang dilakukan di daerah Mamuju Sulawesi Barat.  “Awalnya itu adalah PT KMR yang sedang melakukan survei lingkungan di seluruh Indonesia. Tapi saat di Mamuju,  ditemukan anomali yang sangat kuat,” kata Yarianto.

Biasanya setiap senyawa yang ditemukan, mengandung 17 unsur LTJ. Tapi yang terbanyak adalah Lantanum dan Cerium. “Dulu, untuk Mamuju kita masih sendiri. Tapi mulai tahun ini,  PT Timah sudah masuk untuk eksplorasi tahap lanjutan,” tambah Yarianto.

Sejauh ini, sudah dilakukan drilling di tiga atau empat titik. Di Mamuju yang luas keseluruhannya mencapai ratusan hektare. “Memang mahal. Tapi bahan bakar nuklir ini kan tetap harus diambil. Suatu saat kita pasti akan membutuhkan nuklir. Sebagai alternatif penghasil energi,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com