hut

Jenguk Korban Kerusuhan, Anies Dititipi Pesan Untuk Jokowi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengaku sudah menjenguk sejumlah korban kerusuhan saat demonstrasi di DPR/MPR RI, beberapa waktu lalu. 

“Kalau saya menjenguk, pertama saya menjenguk ke rumah sakit Polri, menjenguk para petugas yang cedera, banyak anggota Brimob, anggota polisi yang cedera di sana, kemudian saya juga menjenguk ke rumah sakit Angkatan Laut Mintohoarjo, itu semua sudah dikerjakan pekan lalu. Kemudian juga ke rumah sakit Pelni, saya jenguk Faisal Amir. Saya juga kemarin datang ke  Rumah Sakit Tarakan,” kata Anies, di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (2/10/2019).

Menurut Anies, ada beberapa korban aksi unjuk rasa yang tengah menjalani operasi atas luka yang diterimanya. “Ada yang sedang proses operasi cukup parah di wajah, kemudian ada anak-anak yang masih matanya bermasalah, jadi saya datang ke semua rumah sakit, saya hadir menemui keluarga keluarganya,” paparnya.

Ketika menemui para korban, dia mengatakan pantang bertanya terkait peristiwa yang terjadi ke korban kerusuhan. Justru dia membicarakan lebih ke masa depan. Anies menegaskan, dia pun akan selalu memberikan dukungan kepada para korban agar tak lagi mengalami trauma dan bisa fokus dalam penyembuhan.

“Jadi bukan peristiwanya, tapi nanti kalau keluar mau apa?” katanya.

Menurutnya, para korban kerusuhan mesti diajak bicara mengenai masa depan. Agar mempunyai rencana setelah keluar dari rumah sakit. Selain itu, Anies terus memberikan motivasi agar para korban bisa cepat sembuh dan kembali beraktivitas.

“Supaya diajak berpikir ke depan, karena itu saya tanya mau apa besok rencananya? Cepat-cepat keluar biar cepat sembuh. Berikan semangat, nah termasuk Faisal Amir (mahasiswa Al Azhar),” paparnya.

Menurutnya, keadaan Faisal saat ini sudah jauh lebih baik. Dia pun memberikan semangat kepada Faisal, agar cepat sembuh dan memberikan tawaran magang di Pemprov DKI Jakarta.

Anies juga mengemukakan, dia memberikan tawaran kepada Faisal untuk magang di Biro Hukum DKI. Faisal merupakan mahasiswa semester 7 jurusan hukum di Universitas Al Azhar Indonesia.

“Saya tanya, ‘kamu (Faisal) bidangnya apa?’ (dijawab) ‘bidang hukum’. ‘Kalau kamu bidang hukum, bantu-bantu deh saya nanti’,” ujar Anies.

Anies melihat, Faisal Amir terus membaik dan sudah bisa berkomunikasi. Meski demikian, Anies menilai proses untuk kesembuhan total Faisal Amir akan memakan waktu yang lama.

“Senang Faisal sudah bisa komunikasi dan sudah ngobrol. Sudah bisa duduk walaupun secara medis proses penyembuhannya masih panjang. Karena sebagian dari organ kepalanya masih disimpan. Tidak sederhanalah yang dihadapinya. Cukup berat, mudah-mudahan bisa recovery cepat,” ucapnya.

Tak hanya itu, kata Anies, Faisal menitipkan pesan untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pesan dititipkan berupa kalimat ‘hati-hati’. Dia pun tidak tau, maksudnya titipian Faisal tersebut.

“Mungkin Faisal yang tahu, karena beliau pesan sampaikan ke pemerintah hati-hati. Kalimatnya cuma begitu saja, jadi sampaikan hati-hati. Baik nanti saya sampaikan,” tuturnya.

Terkait biaya rumah sakit para korban aksi unjuk rasa, lanjut Anies, digratiskan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan akibat demonstrasi karena alasan kemausiaan.

“Apa pun status hukumnya, ketika seseorang membutuhkan pelayanan kesehatan, ya dia harus diberi pelayanan kesehatan,” katanya.

Menurut Anies, pemerintah DKI Jakarta ingin memastikan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan, dapat ditangani oleh rumah sakit dengan sungguh-sungguh, tanpa memikirkan biaya.

“Kami ingin rumah sakit menangani tanpa khawatir, dan ada pertanyaan nanti yang nanggung siapa? Pada saat menangani jangan khawatir, Pemprov akan tangani. Begitu,” kata Anies.

Apalagi, kata Anies, jumlah masyarakat yang butuh penanganan medis tidak banyak dan tidak akan memberatkan keuangan daerah.

Anies mencontohkan, pada demonstrasi 30 September lalu, ada 210 orang dibawa ke rumah sakit, 15 orang di antaranya harus menjalani rawat inap.

“Jadi, secara jumlah itu tidak banyak, intinya apa pun status hukumnya, ketika seseorang membutuhkan pelayanan kesehatan, ya harus diberikan,” ujarnya.

DKI sengaja mengerahkan petugas ambulans untuk mempercepat penanganan korban dalam memperoleh pengobatan tim dokter berdasarkan permintaan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya.

“Sekaligus kami memfasilitasi pembiayaan pengobatan bagi warga yang menjadi korban luka,” ucapnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com