Kakansatpol PP Kepri Bantah Terlibat Penggelapan Dana Koperasi

Ilustrasi - DOK CDN

TANJUNGPINANG — Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan Riau, Subandi menyatakan dirinya tidak terlibat dugaan penggelapan dana simpan pinjam koperasi.

“Saya tidak terlibat. Mana ada urusan saya dengan dana koperasi tersebut,” kata Subandi di Kantor DPRD Kepri, Selasa (1/10/2019).

Subandi mengatakan tidak mungkin dirinya mau melakukan itu, apalagi sampai berurusan dengan anggotanya sendiri.

Ia menambahkan permasalahan itu berhubungan dengan Bendahara Satpol Kepri. “Pinjaman dari koperasi maupun pemotongan gaji untuk pembayaran utang diketahui bendahara, bukan saya,” katanya.

Subandi mengatakan kasus itu sudah ditangani Inspektorat Kepri. Selain kasus itu, kata dia Inspektorat Kepri juga menindaklanjuti kasus dugaan penipuan dalam perekrutan tenaga harian lepas.

“Yang THL juga masih ditangani Inspektorat Kepri,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Kepri Mirza Bachtiar mengatakan pihaknya sudah memulai oroses penyelidikan terhadap dugaan penggelapan dana koperasi simpan pinjam ASN yang bernama Koperasi Amanah Tuah Bintan.

Satu per satu pengurus koperasi maupun pihak lainnya yang terlibat dalam dugaan penggelapan dana koperasi itu akan diperiksa.

“Kami baru mulai mendalami kasus ini besok, karena selama beberapa pekan terakhir melaksanakan tugas lainnya yang tidak kalah penting,” katanya.

Kasus dugaan penggelapan dana pinjaman dari Koperasi Amanah Tuah Bintan terkuak setelah sejumlah staf di Satpol PP Kepri mengadukan persoalan itu kepada Inspektorat Kepri dan wartawan.

Mereka meminjam uang koperasi, dengan jaminan dilakukan pemotongan gaji dalam setiap bulan yang nilainya sesuai kesepakatan. Namun dalam perjalanannya, uang pengembalian uang pinjaman tersebut tidak berkurang, meski dalam setiap bulan gaji mereka dipotong.

Lihat juga...