hut

Kaltim Kedatangan Dua Ribu Ekor Sapi Australia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Dua ribu ekor sapi jenis Brahman Cross dari Australia tiba di Pelabuhan Benuo Taka, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kedatangan sapi tersebut sebagai salah satu pelaksanaan program penggemukan yang tengah dijalankan Dinas Peternakan Kalimantan Timur.

“Kedatangan sapi potong ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi di Kalimantan Timur,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Dadang Sudarya, Senin (7/10/2019).

Sapi–sapi ini didatangkan oleh perusahaan swasta, PT Agro Menara Rachmat (AMR). Setelah melalui proses audit seperti pemeriksaan kesehatan dan kuantitas oleh Karantina, Bea Cukai dan KKP Semayang, selanjutnya akan ditempatkan di lokasi pemeliharaan melalui pengembangan integrasi sawit sapi oleh PT AMR dengan PT Waru Kaltim Plantation.

“Di areal perkebunan sawit itu, sebelumnya juga sudah didatangkan sapi sejenis sebanyak 1.691 ekor,” imbuh Dadang. Dengan demikian, saat ini sudah ada 3.691 ekor sapi yang tengah dalam tahap penggemukan di areal kebun sawit.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Dadang Sudarya, saat menemui Cendana News, Senin (7/10/2019) – Foto: Istimewa

Dadang Sudarya menjelaskan, kerjasama penggembalaan sapi di areal kebun sawit merupakan strategi pemerintah Kaltim dalam memenuhi kebutuhan daging. Aturan itu ditetapkan dalam Pergub No.1/2018 tentang pemberian izin dan non perizinan di bidang pertambangan, kehutanan, dan perkebunan kelapa sawit.

Dari data yang dilansir pemerintah daerah, tercatat luas perkebunan kelapa sawit di Kaltim adalah 1.199.407 ha yang meliputi 370.232 ha tanaman belum menghasilkan (TBM). Kemudian 806.930 ha tanaman menghasilkan. Dan tanaman tua atau tanaman rusak seluas 22.245 ha.

Berdasarkan jenis kepemilikan lahan luas areal kelapa sawit pola rakyat atau swadaya 286.058 ha, perkebunan besar negara (PTPN XIII) 14.402 ha dan perkebunan besar swasta 898.947 ha. Dengan demikian jika diasumsikan daya tampung 1 ha maka diproyeksikan jumlah ternak yang dapat dikembangkan sebanyak 1.199.407 ekor.

“Sementara itu, berdasarkan populasi pengembangan ternak di kebun sawit di Kaltim hingga akhir tahun lalu telah mencapai 36.272 ekor atau sebesar 30,87 persen dari populasi,” sebutnya.

Dengan tambahan sapi tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga ketahanan pangan dan kestabilan harga daging di daerah. “Artinya, Kaltim tidak terjadi kekurangan pasokan sebab stok (ketersediaan) mencukupi bahkan melebihi kebutuhan,” ucap Dadang.

Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, Kalimantan Timur memerlukan 650 ribu ekor. Hal itu, kata Dadang bisa dicapai dengan dukungan swasta di sektor pertambangan, kehutanan dan perkebunan.

“Dukungan mereka diperlukan untuk pengembangan 2 juta ekor sapi melalui kegiatan integrasi sapi di perkebunan kelapa sawit dan lahan eks tambang batubara maupun hutan tanaman industri (HTI),” jelasnya.

Dalam lima tahun terakhir terjadi kenaikan populasi sekitar 21,18 persen. Dimana pemasukan sapi potong oleh swasta sebanyak 273.104 ekor dan daging sapi beku mencapai 6.970,41 ton atau setara 69.886 sapi.

Sementara itu pemasukan sapi bibit sekitar 14.038 ekor melalui dana APBN dan APBD provinsi maupun kabupaten dan kota.

Lihat juga...