hut

Kampung Iklim Mernek, Sukses olah Sampah dan Membangun UMKM

Editor: Mahadeva

CILACAP – Meskipun terletak di daerah pingiran di Kabupaten Cilacap, Desa Mernek, Kecamatan Maos berhasil menjadi kampung proklim. Warganya sukses mengelola berbagai macam produk UMKM, pertanian hingga pengelolaan sampah plastik.

Berbagai macam produk yang diasilkan mampu menembus pasar hingga di luar desa. Dampaknya, kampung tersebut dikenal hampir tidak memiliki sampah plastik. “Untuk sampah plastik, warga di sini sudah biasa memilah dan sudah paham jika sampah plastik memiliki nilai ekonomis. Banyak hasil kerajinan yang sudah diproduksi dari sampah plastik tersebut, mulai dari tas, tempat tisu, dompet hingga tas besar untuk berbelanja ke pasar,” kata Kepala Desa Mernek, Bustanul Arifin, usai pencanangan Kampung proklim di Balai Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Kamis (17/10/2019).

Kegiatan yang dilakukan juga mewujudkan komitmen menjaga lingkungan. Sejalan dengan semangat warga Desa Mernek yang telah sukses mendaur ulang sampah plastik, saat ini desa sedang berupaya untuk melakukan pengolahan sampah organik atau kompos. “Mesin komposer untuk mengolah sampah sudah ada, baru saja diberikan. Sekarang kita sedang tahap sosialisasi dan kemungkinan, bulan depan mesin komposer baru mulai dioperasikan,” kata Kades Arifin.

Desa Mernek, dikenal dengan sebutan Mernek Jenek, yang mempunyai makna sebuah harapan agar warga desa betah tinggal di desa. Dulu desa tersebut dikenal sebagai salah satu desa kampung TKI atupun urbanisasi. Banyak warga desa yang pergi untuk mencari pekerjaan di luar desa.

Namun, sejak berjalannya program pemberdayaan dengan fokus penciptaan lapangan kerja serta produk UMKM dan pengolahan sampah, secara berlahan budaya urbanisasi tersebut terkikis. Berbagai produk UMKM yang dihasilkan seperti keripik tempe, onde-onde, keripik singkong, sale pisang, sagon serta keripik pisang sudah mampu menampung banyak tenaga kerja.

General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian memberikan keterangan tentang komitmen sosial Pertamina terhadap masyarakat. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, kampung proklim merupakan konsep terintegrasi dari empat pilar. Yaitu, kemandirian ekonomi, pertanian, peternakan dan perikanan, mewujudkan desa yang aman dan lestari. Empat pilar yang dirancang berasal dari potensi yang dimiliki Desa Mernek. Sebagai contoh pilar kemandirian ekonomi, UMKM yang dimiliki desa belum efektif dari segi pemasaran, maka salah satu program yang akan dilakukan adalah peningkatan kemampuan anggota untuk menghasilkan produk bernilai jual.

“Kampung Mernek ini dibawah binaan kita, sebagai bentuk tanggung jawab sosial PT Pertamina Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta kepada masyarakat,” tandas Iin Febrian.

Yang terpenting dari program tersebut adalah, kesinambungan dan berkelanjutan. Sehingga kolaborasi yang dibangun sampai ke level desa, bisa membuahkan hasil yang maksimal. Serta manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pjs Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra, menegaskan, pihaknya terus memantau potensi-potensi yang dimiliki masyarakat Desa Mernek.  “Ke depan kita akan dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan warga desa dalam  mengelola usahanya. Pada bidang perikanan dan peternakan misalnya, kami akan turut mendampingi sehingga hasilnya akan dapat sesuai yang diharapkan,” pungkasnya.

Lihat juga...