hut

Kejar Target CPR, Balikpapan Luncurkan Layanan KB Bergerak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Mencapai Contraseptive Prevalence Rate (CPR) Keluarga Berencana baru sebesar 67 persen, mendekati akhir tahun Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) meluncurkan layanan KB bergerak.

Kegiatan tersebut salah satu upaya percepatan selama tiga bulan ke depan, dimana target pada kelurahan Sepinggan Raya yang sudah menjadi Kampung KB bisa menggerakkan sebanyak 340 pasangan usia subur (PUS).

“Target kami ada penggerakan 340 PUS yang ada di Kelurahan Sepinggan Raya,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih saat ditemui Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, target prevalensi rate KB tahun ini sejalan dengan rencana strategis DP3AKB dan RPJMD. “Dimana pencapaiannya adalah upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih saat peluncuran Layanak KB Bergerak, Jumat (18/10/2019). Foto: Ferry Cahyanti

Berdasarkan Dinas terkait, dari 67 persen atau 2.770 PUS yang ditargetkan tersebut hingga Juli 2019 telah melampaui target. Saat ini pencapaiannya telah mencapai 69,44 persen.

“Kalau capaian unmet Need (keinginan ber KB namun belum terlayani) PUS hingga Juli 2019 tercatat 14,48 persen dari terget 15,10 persen. Itu artinya sudah melampaui target. Makin kecil Unmet Need, makin baik. Semakin besar angka CPR semakin baik kinerja,” ucap perempuan yang akrab disapa Yuyun.

Diapun mengharapkan dari upaya yang telah dilakukan dan akan dilaksanakan dapat meningkatkan derajat kesehatan keluarga, khususnya di kota Balikpapan.

“Karena apabila dalam lingkungan keluarga sehat maka menghasilkan generasi sehat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sepanjang 2018 angka prevalensi pemakaian kontrasepsi atau peserta KB aktif kota Balikpapan mencapai 68,37 persen. Pencapaian tersebut melebihi dari angka yang ditargetkan sebesar 66,50 persen.

Berdasarkan data jenis alat atau obat kontrasepsi yang paling diminati oleh peserta KB aktif adalah kontrasepsi suntik yaitu sebesar 29.599 akseptor atau 42,39 persen dari keseluruhan peserta KB.

Adapun 2019, dari target 2.770 PUS penggunaan alat kontrasepsi IUD sebanyak 769 peserta, implan 186 peserta, medis operasi wanita (MOW) 281 peserta, medis operasi pria (MOP) 1 peserta, kondom 72, pil 279, suntik sebanyak 1.241 peserta.

Lihat juga...