hut

Kementerian PPPA Targetkan Kemandirian Anak Disabilitas

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Dukungan pemerintah pada anak-anak berkebutuhan khusus yang dilakukan melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) adalah dengan meningkatkan kapasitas. Sehingga para difabel bisa hidup mandiri sesuai kemampuan mereka.

Kabid Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas dan Psikososial dan Asdep Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus KemenPPPA Indrawati, S.Sos menyebutkan bahwa melindungi anak difabel merupakan salah satu tupoksi yang dimiliki KemenPPPA.

“Sesuai dengan undang-undang, ada 15 kategori anak yang harus dilindungi. Salah satunya adalah anak disabilitas,” kata Indra saat perayaan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang diselenggarakan di Terowongan Kendal Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Untuk itulah, menurut Indra, alasan adanya Asdep Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus. “Yang kami lakukan adalah peningkatan kapasitas sumber dayanya. Dalam artian, baik pada anak disabilitas-nya juga pada pembimbing dan orang tua yang akan mendampingi,” urainya.

Menurut UU No 30 tahun 2014, pemerintah pusat, dalam hal ini KemenPPPA akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Yang kita lakukan adalah melakukan sosialisasi terkait anak berkebutuhan khusus, bisa melalui SKPD maupun OPD maupun lembaga masyarakat,” ucap Indra.

Ia menjelaskan KemenPPPA hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas bukan pada pemberian bantuan dana.

“Sosialisasi ini juga pada masyarakat dan orang tua. Sehingga ada pengertian bahwa anak disabilitas itu bukan untuk dikasihani tapi dimengerti apa yang mereka butuhkan,” ujar Indra.

Indra menyebutkan bahwa KemenPPPA sangat mendukung kegiatan lembaga yang memberikan edukasi maupun pembimbingan pada anak disabilitas.

“Seperti SLC ini, kami sangat mendukung. Sehingga, kami selalu hadir dalam setiap acaranya untuk mendukung SLC atau lembaga sejenis dalam peningkatan kapasitas anak disabilitas,” kata Indra lebih lanjut.

Ia memaparkan contoh peningkatan kapasitas pada anak disabilitas yaitu pada penanganan anak disabilitas yang sudah memasuki masa remaja.

“Mereka butuh untuk didampingi dalam melewati mata-mata seperti ini. Bagaimana mereka bisa melewatinya dengan baik. Saat kapasitas mereka dinaikkan, kita juga harus menaikkan kapasitas orang tua atau pendamping mereka. Karena orang tua dan para pendamping anak disabilitas juga harus mengetahui cara tepat memperlakukan anak disabilitas sesuai dengan fase kehidupannya,” pungkasnya.

Lihat juga...