hut

Kepala BNPB: Logistik dan Peralatan Penting untuk Menghadapi Bencana

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, musim kemarau pada tahun ini lebih panas dari tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu kebakaran hutan dan lahan dapat mudah terjadi, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama kebakaran pada lahan gambut, harus mengembalikan ke kodratnya yaitu basah, berair dan berawa.

“Oleh karenanya bidang logistik dan peralatan harus selalu mendukung dan selalu siap, yaitu dengan menyiapkan kantong-kantong logistik di wilayah yang setiap tahun mengalami kebakaran hutan dan lahan, dan juga peralatannya seperti pompa air, alat bor tanah untuk menemukan sumber air agar bisa digunakan untuk pemadaman. Termasuk juga alat perlengkapan untuk petugas pemadaman di lapangan,” kata Doni dalam dialog dengan tema “Sinergitas dalam Mewujudkan Distribusi Bantuan yang Strategis” di Bogor, Kamis (24/10/2019).

Doni menyebutkan, BNPB mempunyai tugas membangun sistem manajemen logistik dan peralatan serta menyusun pedomannya. Serta menyelenggarakan manajemen logistik dan peralatan pada saat darurat bencana.

Ada pun beberapa aktivitas logistik yang melibatkan banyak pihak, mulai dari aktivitas pemenuhan kebutuhan, transportasi dan distribusi, penyimpanan, tracking, dan pabean (customs clearance).

“Untuk itu maka pemahaman terhadap manajemen logistik dan peralatan penanggulangan bencana merupakan hal penting dalam mengelola logistik penanggulangan bencana baik itu tahap perencanaan, pengadaan, pergudangan, pendistribusian maupun penghapusan logistik,” paparnya.

Dialog sendiri diisi oleh nara sumber dari Tenaga Ahli BNPB dan dunia usaha yang terjun langsung dalam rangka pendistribusian logistik saat darurat bencana. Dialog melibatkan 34 BPBD Provinsi dan mitra BNPB dalam pendistribusian logistik saat darurat bencana.

Kepala BNPB Doni Monardo juga memberikan penghargaan secara simbolis kepada 15 pewakilan dari dunia usaha, lembaga dan perorangan yang berkontribusi dalam pendistribusian logistik saat terjadi bencana.

Di antaranya; ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia), DHL, PT. Pos Indonesia, PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), PT. Pelabuhan Indonesia II, PT. ASDP Indonesia Ferry, PT. Kalla Lines Pelayaran Nasional, PT.Bukalapak.com, Yayasn Pundi Amal Kasih, Pt. Supranusa Indogita, PT. Sanbe, Farma, PMI, Dr. Nofrisel, Dr.Zaroni, Imam Gandi.

Lihat juga...