hut

Kisah Pemuda Samiran Boyolali yang Sukses Majukan Desa Lewat Koperasi

Editor: Mahadeva

BOYOLALI – Terletak di kawasan puncak pegunungan, Desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, yang ada di antara lereng Gunung Merapi dan Merbabu, memiliki potensi alam yang luar biasa indah. Jajaran panorama lanskap pegunungan yang menawan, dipadu dengan susana sejuk khas pedesaan, membuat siapa saja betah berlama-lama tinggal di desa damai nan terpencil tersebut. 

Potensi luar biasa itulah yang dimanfaatkan sekelompok anak-anak muda milenial, yang tergabung di dalam Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, untuk mengembangkan dan memajukan desa mereka.  Melalui program pemberdayaan Desa Cerdas Mandiri Lestari yang dicanangkan Yayasan Damandiri sejak beberapa tahun silam, mereka berhasil mengubah wajah desa menjadi lebih maju dan sejahtera.

Sektor pariwisata, benar-benar digali dan dimaksimalkan oleh anak-anak muda pengurus Koperasi Sahabat Damandiri. Secara bertahap, mereka melakukan pemberdayaan ekonomi dengan mengubah wajah Desa Samiran yang sebelumnya berorientasi pada pertanian menjadi desa wisata. Setidaknya, ada tiga unit usaha dibawah naungan koperasi yang didirikan untuk menggerakkan perekonomian desa. Yakni, kampung penginapan atau homestay, warung cafe khas anak muda, serta objek wisata keluarga berupa taman bunga.

Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana saat ditemui Cendana News, Senin (21/10/2019)– Foto: Jatmika H Kusmargana

Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, mengatakan, berbagai program pemberdayaan ekonomi mulai dijalankan Koperasi sejak 2017 lalu. Seluruh pendanaan program berasal dari bantuan dari Yayasan Damandiri.  “Semakin hari, ketiga unit usaha koperasi ini semakin berkembang pesat. Tentu hal ini sangat positif, karena dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga desa. Perubahan ekonomi sangat jelas terlihat. Selain bertani, kini warga bisa mendapatkan pemasukan tambahan dari usaha di sektor pariwisata,” ungkap Bayu.

Di desa Samiran, ada 23 rumah warga yang direnovasi dan diubah menjadi homestay. Selain dibuat kamar-kamar untuk menginap, pihak koperasi juga memberi bantuan berupa fasilitas pendukung seperti kamar mandi, tempat tidur, kipas angin, dan rak. Melalui usaha baru tersebut, diharapkan kesejahteraan warga desa akan meningkat. Bagi warga, keberdaan kampung Homestay Samiran jelas memberi pengaruh besar secara ekonomi. Mayoritas warga yang sebelumnya hanya menjadi petani sayur tembakau, kini bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari menyewakan homestay.

Seperti yang dirasakan, Alip. Warga Dusun Segaran, Samiran tersebut adalah pemilik homestay Thalia Zahra. Dia kini mengaku mendapat tambahan penghasilan yang cukup lumayan setiap bulannya dari menyewakan penginapan. Pendapatan diperoleh dari hasil menyewakan beberapa kamar yang ada di dalam rumah. Saat libur lebaran, Dia mengaku kewalahan melayani wisatawan.  “Saat libur lebaran semua kamar habis di-booking. Kita bahkan sampai menolak tamu. Karena semua kamar penuh,” ujarnya.

Dari hasil menyewakan homestay, Alip mengaku bisa mengantongi tambahan penghasilan hingga ratusan ribu. Jumlah itu terhitung besar, jika, dibandingkan penghasilannya bertani sayur, pekerjaan sehari-hari yang dijalani selama ini.  “Sebelum ada homestay ini saya cuma bertani sayur. Hasilnya tidak seberapa, karena harus keluar modal banyak. Tapi dengan adanya homestay ini, kesejahteraan warga perlahan meningkat. Karena otomatis ada pemasukan baru. Ya lumayan setiap sewa satu kamar dapat Rp150 ribu,” katanya.

Melihat perkembangan usaha homestay, kini tidak sedikit warga yang memilih fokus mengembangkan usaha penginapan dibanding bertani. Secara mandiri, warga mulai membangun kamar-kamar tambahan, untuk disewakan kepada tamu wisatawan.  Berkembangnya Kampung Homestay di Desa Samiran, tidak bisa dilepaskan dari kreativitas dan inovasi yang dilakukan anak-anak muda pengurus Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, selaku pengelola homestay milik warga.

Koperasi lah yang menjadi jembatan penghubung dalam hal pemasaran, antara warga pelaku usaha dengan wisatawan yang berkunjung dan menginap di kawasa Desa Wisata Selo. Selain memasarkan homestay melalui website milik koperasi, mereka juga melakukan inovasi promosi dengan cara memanfaatkan aplikasi berbasis android.

Pemanfaatan teknologi digital terbaru tersebut, menjadi kunci sukses keberhasilan Kampung Homestay Samiran. Bayu mengaku mulai memanfaatkan teknologi digital berbasis android untuk promosi sejak satu tahun terakhir. Caranya dengan bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa layanan pemesanan hotel atau penginapan berbasis online.  “Sudah sekitar setahun terakhir ini kita kerjasama dengan Traveloka. Jadi tamu wisatawan dari manapun bisa memesan kamar homestay di Kampung Homestay Samiran ini secara online lewat situs atau aplikasi ini. Sehingga lebih mudah,” ungkapnya.

Unit Usaha Warung Cafe

Sejak diresmikan di 2017 lalu, Warung Cafe Samiran terus mengalami perkembangan luar biasa pesat. Warung yang didirikan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran tersebut telah menjadi salah satu icon baru di Desa Wisata Selo. Selain menjadi tujuan favorit wisatawan, warung tersebut juga menjadi pendongkrak perekonomian masyarakat desa sekitar. Terletak di ketinggian 1.700 meter lebih di lereng gunung Merbabu, Warung Cafe Samiran, tidak hanya menyajikan menu makanan favorit bagi pengunjung.

Lebih dari itu, warung tersebut juga menyajikan suasana khas pegunungan yang sejuk dan masih sangat alami. Panorama yang menakjubkan, berupa lanskap Gunung Merapi sebagai view-nya menjadi suasana yang ditawarkan kepada wisatawan.  “Sebelum dibangun, dulu tempat ini hanyalah lahan perkebunan yang sangat sepi. Namun kini, hampir setiap hari tempat ini selalu ramai pengunjung. Apalagi saat akhir pekan atau masa liburan,” ujar Bayu.

Dari sisi penghasilanan, Warung Cafe Samiran mampu meraup omset pemasukan hingga Rp2juta perhari. Saat memasuki akhir pekan atau masa liburan, omset warung bisa meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.  “Selama libur panjang Lebaran, omset Warung bisa mencapai Rp6juta per-hari. Meningkatkan tiga kali lipat dari hari biasa, yang rata-rata hanya Rp2 juta per-hari,” papar Bayu.

Pemilihan varian menu makanan yang kekinian, konsep penataan warung yang modern, hingga penyediaan fasilitas pendukung seperti wifi gratis, sukses mendongkrak pengunjung. Dengam hasil yang diperoleh, para pengurus berencana menambah fasilitas seperti panggung live music, hingga menyediakan semacam meja bartender untuk menyajikan kopi bagi pengunjung.

Sebagai tempat yang selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap hari, warung ini juga dimanfaatkan pengelola Koperasi, sebagai pusat informasi wisata sekaligus promosi unit-unit ekonomi warga di kawasan desa wisata Selo. Baik itu homestay, paket wisata keliling desa, hingga berbagai produk UKM warga di bidang kuliner maupun kerajinan.


Sejumlah pengunjung menikmati pemandangan objek wisata Taman Bunga Merapi Garden yang dikelola Koperasi Tamanmartani Sejahtera Samiran, Senin (21/10/2019)– Foto: Jatmika H Kusmargana

Unit Usaha Objek Wisata Taman Bunga

Sebagai unit usaha koperasi yang baru dibuka Agustus 2018 tahun lalu, objek wisata Taman Bunga Merapi Garden di Desa Samiran, justru mengalami perkembangan paling pesat. Hampir setiap hari, khususnya akhir pekan sabtu dan minggu, lokasi wisata yang dikelola Koperasi ini nampak tak pernah sepi pengunjung.

Manager Usaha Taman Bunga Merapi Garden, Taufiq Syahumar, menyebut, selama masa libur lebaran, lokasi wisata Taman Bunga Merapi Garden mencatat jumlah kunjungan terbanyak. Dalam sehari, objek wisata yang menawarkan tempat bersantai untuk menikmati suasana alam pegunungan tersebut dikunjungi lebih dari 1.000 orang per-hari.  “Semakin hari, jumlah kunjungan terus meningkat. Selama libur lebaran, kita bahkan bisa mendapatkan pemasukan dari penjualan tiket masuk, hingga Rp20 juta hanya dalam waktu empat hari saja,” tandasnya.

Pemasukan itu, menjadi pemasukan terbesar, dari seluruh unit usaha yang dikembangkan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran. “Saat hari biasa, kita bisa mendapatkan pemasukan dari penjualan tiket mencapai Rp18 juta per-bulan. Sementara saat masa libur lebaran pemasukan bisa mencapai Rp5 juta per-hari. Padahal biasanya rata-rata jumlah pengunjung hanya sekitar 100 orang, dengan rata-rata pemasukan Rp500 ribu per-hari,” bebernya.

Sebagai salah satu unit usaha Koperasi, Taman Bunga Merapi Garden, menang didirikan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Adanya tempat wisata baru ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga desa yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.  “Taman Bunga Merapi Garden ini didirikan untuk melengkapi program pengembangan pariwisata sebelumnya, yakni kampung homestay dan warung cafe. Karena kita ingin pengembangan sektor pariwisata di desa Samiran ini dilakukan secara menyeluruh,” katanya.

Taufiq mengatakan salah satu kunci cepatnya perkembangan usaha di bidang pariwisata ini, tak lain adalah pemanfaatan teknologi informasi yang diterapkan pihak pengelola koperasi. “Sejak diresmikan akhir 2018 lalu, kita gencar mempromosikan Taman Bunga ini ke media sosial. Seperti Instagram Facebook. Sehingga Taman Bunga Merapi Garden ini cepat dikenal masyarakat,” ujar Taufik.

Selain mampu memberikan pemasukan luar biasa besar bagi koperasi, Keberadaan objek wisata Taman Bunga ini juga mampu memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian warga sekitar. Tak hanya membuka lapangan kerja baru, adanya Taman Bunga Merapi Garden, terbukti juga mampu menghidupkan Usaha Kecil Mikro (UKM) yang dimiliki warga desa Samiran.

“Dampaknya tentu sangat positif bagi perekonomian warga. Karena banyak warga yang ikut bekerja disini. Selain itu setiap akhir pekan, kita juga sediakan lahan berupa kios-kios bagi ibu-ibu KWT untuk berjualan. Sehingga mereka juga bisa mendapatkan pemasukan,” katanya.

Salah seorang warga, Teguh, tak menampik dampak positif keberdaan objek wisata taman bunga. Lelaki yang sebelumnya hanya bekerja sebagai petani sayur itu, kini bisa mendapatkan tambahan penghasilan yang lumayan besar ikut menjadi pengelola parkir di tempat wisata ini.  “Dulu saya hanya mengandalkan pemasukan dari hasil bertani. Tapi setelah tempat ini dibuka, saya jadi bisa dapat pemasukan tambahan, sebagai tukang parkir. Ya lumayan, kalau sedang ramai seperti waktu liburan atau Sabtu Minggu bisa dapat puluhan ribu per hari,” ungkapnya.

Tak puas dengan pencapaiannya, pihak Koperasi sudah berencana mengembangkan Taman Bunga Merapi Garden menjadi lebih besar lagi. Wacananya, dengan membangun sejumlah wahana permainan untuk anak-anak hingga spot-spot selvie. Hal ini dinilai sesuai dengan konsep wisata taman bunga yakni wisata edukasi berbasis keluarga.

Suasana kampung homestay di desa Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah, Senin (21/10/2019)– Foto: Jatmika H Kusmargana

Salah satu dampak positif yang juga dirasakan dari keberhasilan program pemberdayaan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran adalah, munculnya perubahan pola piker warga desa. Perubahan yang dimaksud adalah, semakin tumbuhnya kesadaran warga untuk mengembangkan potensi pariwisata di desa mereka yang sangat besar.  “Kawasan desa Samiran ini memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Namum selama ini, potensi itu belum dimanfaatkan secara maksimal. Banyak warga yang masih enggan menggarap sektor ini karena dianggap kurang menguntungkan,” ujar Bayu Pramana.

Namun sejak program pemberdayaan ekonomi berbasis pariwisata masuk ke Desa Samiran, perubahan pola pikir masyarakat itu secara perlahan mulai terlihat. Melalui sejumlah program yang dijalankan, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera mampu mengajak dan mendorong warga agar mau membangun dan memanfaatkan potensi desa mereka di bidang pariwisata.

“Warga yang dulu sama sekali enggan menggarap sektor pariwisata, kini mulai menyadari begitu luar biasanya potensi pendapatan yang bisa didapatkan dari sektor pariwisata. Sehingga mereka mulai tertarik ikut menggarap sektor pariwisata di desa Samiran ini secara bersama-sama,” katanya.

Menurut Bayu, tumbuhnya kesadaran warga untuk mengembangkan usaha di sektor pariwisata itu dapat dilihat dari semangat warga yang secara mandiri mulai berinisiatif untuk membuka usaha pribadi. Mulai dari membuka homestay, warung, bahkan lokasi wisata baru.  “Yang sangat jelas terlihat, nilai jual tanah di sekitar kawasan ini sekarang sudah meningkat drastis. Harga tanah berupa ladang yang dulu hanya berkisar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per-meter, sesuai NJOP, kini sudah meningkat dua hingga tiga kali lipat. Bahkan ada yang sampai Rp1 juta per-meter. Itu semua menunjukkan keberhasilan program pemberdayaan yang dilakukan oleh Koperasi,” ungkapnya.

Meski begitu, berbagai keberhasilan yang dicapai Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, dalam memajukan desa mereka bukan tanpa hambatan. Persoalan ketersediaan sumber air bersih, menjadi tantangan utama bagi pihak pengelola dalam mengembangkan unit-unit usaha di bidang pariwisata di desa Samiran.

Mengandalkan air bersih dari sumber mata air saat musim penghujan, serta pasokan air bersih dengan cara membeli saat musim kemarau, merupakan tantangan yang harus dihadapi Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran. Dengan harga air sekitar Rp350 ribu per tangki, pihak pengelola maupun warga harus mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk keperluan operasional unit usaha.  “Saat musim kemarau seperti sekarang ini, kita harus beli air dari daerah Boyolali. Karena sumber air disini mengering dan tidak mencukupi untuk mencukupi kebutuhan semua warga desa. Khusus untuk taman bunga saja, dalam seminggu sekali kita harus membeli air sebanyak 15 ribu liter dengan pengeluaran mencapai Rp750 ribu,” kata Taufik Syahumar.

Atas dasar itulah, pihak pengurus koperasi maupun warga sekitar, selaku pengelola usaha pariwisata sangat berharap adanya solusi permanen dari pihak terkait khususnya pemerintah untuk mengatasi persoalan kelangkaan air saat musim kemarau. Dengan begitu diharapkan pengembangan ekonomi berbasis pariwisata di desa Samiran bisa terus berlanjut dan mampu mensejahterakan seluruh warga desa.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com