hut

KLHK: Luasan Daerah Proklim Terus Meningkat

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Perkembangan Program Kampung Iklim (Proklim) menunjukkan peningkatan luasan daerah, sejalan dengan makin meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan menjaga lingkungan. Juga didorong oleh data di lapangan, bahwa dengan memilih memanfaatkan lingkungan secara berkelanjutan,  kesejahteraan masyarakat pun meningkat secara bertahap. 

Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir. Emma Rachmawati, M.Sc., menyebutkan proklim ini pertama lahir pada 2012, dan direvitalisasi pada 2016.

“Saat kita melakukan proklim ini kita akan mengenal apa yang disebut sifat co-benefit. Artinya saat kita melakukan sesuatu, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang terkait dengan apa yang kita lakukan,” kata Emma, saat diskusi tentang peran proklim dalam penurunan emisi GRK di wilayah REDD+, pada Festival Iklim yang digelar di Manggala Wanabakti Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Ia menjelaskan, saat ditapak, yang dilakukan bukan hanya kegiatan adaptasi mitigasi, tapi juga mencari peluang di bidang ekonomi.

“Salah satu contohnya apa yang dilakukan oleh warga Desa Dataran Kempas, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi, yang tidak mau lagi membakar sisa panen sawit. Karena sampah sawit bisa dijadikan kompos,” urainya.

Emma menjelaskan, bahwa saat ini tercatat sudah hampir 2.000 daerah yang menerapkan proklim dalam wacana pengembangan desanya.

“Minat masyarakat pada proklim sangat tinggi. Tapi, masalahnya adalah penghitungan pengurangan emisi karbonnya belum dapat dihitung secara cepat,” ujarnya.

Kendalanya adalah dari sisi waktu dan tim verifikator. “Karena selama ini, kalau kita dari pusat ke daerah, kita juga menghitung data adaptasi dan mitigasi secara bersamaan. Kita gak cukup waktu dan juga anggota untuk mengumpulkan data,” urainya.

Sehingga, Emma menyebutkan, saat ini sudah dikembangkan aplikasi Spektrum. Suatu aplikasi yang memungkinkan untuk mengumpulkan data dan sekaligus menghitung jumlah penurunan emisi karbon.

“Jadi, kami berharap masyarakat di daerah dapat membantu kalkulasi dengan memasukkan data yang kita butuhkan untuk melakukan penghitungan secara akurat,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com