hut

Konsep Revitalisasi TPA Pakusari Karya Mahasiswa Unej

Editor: Mahadeva

JEMBER – Sampah menjadi masalah di semua daerah. Produksi dab volume sampah semakin besar, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak sanggup lagi menampungnya.

Seperti yang terjadi di TPA Pakusari, Jember, yang kini mulai kewalahan menampung sampah produksi warga Jember. Prihatin atas masalah tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Jember, Muhammad Miftah, Maheza Sebastian, dan Ratih Wulandari, menciptakan konsep revitalisasi TPA yang mereka namakan Omega Cycle System.

“Bayangkan dalam sehari ada 140 ton sampah yang masuk ke TPA Pakusari, sayangnya pengolahan sampah menjadi pupuk kompos dan gas metana di sana berhenti. Jika hal ini dibiarkan maka bisa dibayangkan dalam waktu dekat TPA Pakusari tidak akan mampu menampung sampah warga Jember lagi,” kata Miftah saat ditemui Cendana News, Jumat (25/10/2019).

Ketiga mahasiswa kemudian mengkonsep penanganan sampah, yang ditujukan mampu mengurangi jumlah sampah di TPA Pakusari secara bertahap, hingga 70 persen. “Prinsipnya harus dimulai dari pemilahan sampah oleh warga sendiri, mana yang sampah organik dan non organik. Sampah yang sudah dipilah kemudian diambil oleh mobil pengangkut sampah yang juga memiliki bak terpisah, bak untuk sampah organik dan non organik agar saat tiba di TPA Pakusari akan mempercepat proses pengolahan sampah,” jelas Maheza yang merupakan mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.

Uniknya rancangan yang dibuat ketiganya, bentuk tempat sampah maupun bentuk bak tempat sampah di mobil pengangkut adalah kapsul, dan tidak kotak seperti umumnya saat ini. Hal itu diklaim dapat meminimalisir kebocoran. “Bak dengan bentuk kotak lebih mudah bocor, jika volume sampahnya besar,” ungkap inisiator lainnya Ratih Wulandari.

Selain memikirkan bentuk bak sampah, mereka bertiga merancang alat pemroses kompos dan gas metana yang juga berbentuk kapsul. “Alat yang kami rancang ini menggunakan sistem composting anaerob yang berfungsi mengolah sampah organik menjadi kompos, gas metana dan air lindi sampah,” tambahnya.

Dari konsep pengolahan yang dilakukan, dari 100 kilogram sampah organik yang diolah, akan menghasilkan 80 kilogram kompos dan 20 liter gas metana. Sementara air lindi akan ditampung dalam bak yang ada di bawah alat pengolah untuk bahan pengolah kompos. Harga satu alat pengolah sampah senilai 160 juta rupiah. Konsep Omega Cycle System yang dibuat oleh tim Fortune Logawa FT Universitas Jember, meraih juara dua ICEF 2019.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com