Konversi Bank BUMN Wujudkan Indonesia Menjadi Kiblat Ekonomi Syariah 

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Pemerintah telah meluncurkan masterplan peta jalan ekonomi syariah 2019-2024, yang menargetkan Indonesia di 2024 menjadi kiblat ekonomi syariah regional.

Pakar ekonomi syariah, Irfan Syauki Beik, mengatakan, Jika Indonesia menargetkan diri menjadi pusat ekonomi syariah, maka pemerintah harus mendorong market share perbankan syariah. Dari sekira enam persen di 2019 ini menjadi 20 persen pada 2024 mendatang.

Cara paling cepat yakni, dengan mengkonversi salah satu bank milik Badan Usaha Milik Negara (BMUN) menjadi bank syariah. “Misalnya, BRI dikonversi menjadi bank syariah, selesai itu langsung jadi 30 persen market sharenya. Indonesia bisa jadi kiblat ekonomi syariah global,” kata Irfan kepada Cendana News di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Menurutnya, konversi menjadi cara yang lebih mudah dilakukan daripada merger, yang harus melakukan penyamaan standarisasi sistem ID dan konsolidasi aset. Merger memerlukan waktu sekira dua tahun untuk melakukannya. Konversi lebih mudah dilakukan, karena hanya pindah status saja. Dan mengubah angka serta dokumen juga lebih mudah, karena sistemnya sama. “Intinya sama, teknologi yang dipakai nggak beda. Jadi lebih mudah konversi. Nah cuma konversi itu perlu political will dan keberanian pemerintah,” tukas Irfan.

Mengenai permodalan, hal itu kondisi yang berbeda. Modal menjadi pekerjaan rumah dari kegiatan tersebut. Namun, tetap yang terpenting adalah adanya political will pemerintah, untuk mengkonversi salah satu bank BUMN menjadi bank syariah.

Lihat juga...