Koperasi Karyawan TMII Manjakan Pengunjung dengan Sepeda

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan wahana rekreasi terfavorit masyarakat Ibu Kota dan sekitarnya. Wahana seluas 150 hektare, yang dibangun oleh Ibu Negara Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto tersebut, menyajikan ragam budaya bangsa di dalamnya.

Danau miniatur Indonesia terhiasi ribuan pulau menjadi pemandangan indah yang meluluhkan hati lebih mencintai budaya bangsa. Begitu pula penampilan rumah-rumah adat di setiap anjungan provinsi menambah kekaguman akan warisan sejarah nenek moyang.

Masih ada museum-museum yang berdiri megah dan kokoh, yang menyajikan dengan lengkap benda-benda koleksi sejarah bangsa Indonesia. Kemudian ada wahana rekreasi, yang mampu memanjakan pengunjung saat berlibur di TMII bersama keluarga. Untuk menjelajahi semuanya, pengunjung tak perlu khawatir dengan kecapaian.

Pengunjung bisa dengan menyewa sepeda, yang disediakan manajemen TMII. Harganya sewanya-pun relatif murah. Sambil mengayuh sepeda, dapat menikmati pemandangan di kanan kiri jalan area TMII. Berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, juga akan lebih nyaman dijalani. “Goes sepeda lebih leluasa bisa lihat pemandangan, berhenti lalu goes lagi, pokoknya asik bareng teman-teman ini,” kata Chandra, salah satu pengunjung kepada Cendana News, Rabu (30/10/2019).

Dia berkunjung ke TMII bersama rombongan sekolah, dari daerah Sumedang, Jawa Barat. “Study tour saja ke TMII, buat bikin karya tulis sekolah tentang ragam budaya bangsa. Kita  tadi sudah ke anjungan Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” tambah Chandra yang merupakan siswa kelas 2 SMA tersebut.

Ketua Koperasi Karyawan TMII, Sachur saat ditemui di Gedung Orange TMII, Jakarta, Rabu (30/10/2019) siang. Foto: Sri Sugiarti

Untuk memanjakan pengunjung, Koperasi Karyawan TMII membuka usaha penyewaan sepeda wisata. Lokasinya berada di dekat parkir bus pintu empat TMII, tepatnya diseberang Museum PP-IPTEK.

Ketua Koperasi Karyawan TMII, Sachur, mengatakan, penyewaan sepeda menjadi salah satu program pengembangan usaha koperasi karyawan TMII. “Kebetulan Direktur Utama TMII, Pak Tanribali Lamo, selaku pembina koperasi mendukung usaha sepeda ini. Dananya dari para anggota, dan pembagian keuntungan juga langsung kepada anggota,” kata Sachur saat ditemui Cendana News di Gedung Orange TMII, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Modal yang digelontorkan untuk bisnis tersebut Rp300 juta. Modal untuk membeli 80 unit sepeda, dan pembuatan bangunan penyewaan sepeda. Harga satu unit sepeda kisaran Rp2,5 juta. Kualitas sepeda yang disewakan sangat memberikan kenyamanan bagi pengunjung. “Pesan Pak Dirut TMII, penyewa sepeda koperasi karyawan TMII harus memberikan contoh kepada pengusaha sepeda lain yang ada di TMII,” ujar Sachur yang juga menjabat sebagai Manager Informasi, Budaya dan Wisata TMII.

Sachur menyebut, usaha sewa sepeda baru berjalan sekira enam bulan. Terdapat dua jenis sepeda yang disewakan, yaitu sepeda single dan sepeda tandem.  Sewa sepeda single dibandrol Rp15 ribu per-jam, sedangkan yang tandem Rp25 ribu per-jam.

Saat akhir pekan. merupakan waktu dimana pengunjung TMII sangat ramai dan banyak yang menyewa sepeda untuk berkeliling. Penyewanya lebih banyak anak-anak sekolah, yang usai berkunjung ke Museum PP IPTEK, Museum Listrik dan Energi Baru TMII, Taman Burung TMII dan lain. “Lokasi sewa sepeda kami berada di belakang area TMII, masih rada sepi. Ramainya kalau Sabtu Minggu,” ujar Sachur.

Terkait omzet, diklaim masih relatif rendah. Bahkan kadang kalau lagi sepi seperti di hari kerja, tidak ada yang menyewa sepeda. “Omzet per-hari bisa dapat, kadang juga nggak ada sewa. Ya omzet perbulan masih dibawah Rp10 juta, target kami Rp50 juta lebih perbulannya,” tandasnya.

Terdapat beberapa tempat penyewaan sepeda di area TMII dengan pemilik yang berbeda. Seperti di parkir selatan TMII dekat Teater Imax Keong Emas dan juga di disamping Anjungan Sulawesi Tenggara TMII. Keberadaanya menjadi saingan bagi tempat penyewaan sepeda koperasi karyawan TMII.

Sodikin Basarah, karyawan penyewaan sepeda Koperasi Karyawan TMII saat ditemui di lokasi penyewaan di dekat parkir bus di pintu 4 TMII, Jakarta, Rabu (30/10/2019) siang. Foto: Sri Sugiarti.

Dalam pengembangan usaha, koperasi karyawan TMII tetap mengikuti aturan manajemen TMII. Yakni, dengan tetap memberikan konstribusi setiap bulannya.”Kalau tempat sewanya kita bangun sendiri. Tapi kita harus konstribusi sebesar Rp5 juta setiap bulannya kepada manajemen TMII. Dan bayar uang kebersihan sebesar Rp100 ribu per-bulan,” jelasnya.

Sedangkan penyewa sepeda di zona depan yakni parkir selatan TMII, dikenakan konstribusi sebesar Rp20 juta per-bulan. Di zona tengah sebesar Rp10 juta dan di zona belakang Rp5 juta. “Kita berani konstribusi Rp 20 juta kalau di depan, penyewa dan omzetnya bagus,” tukasnya.

Sodikin Basarah, karyawan sewa sepeda koperasi karyawan TMII mengatakan, sepeda tandem lebih banyak digemari pengunjung yang sudah dewasa. Sedangkan yang single lebih disukai anak-anak. “Sabtu-Minggu ramai, omzet bisa Rp2 juta per-hari, pernah juga dapat Rp1,5 juta. Kalau hari biasa dapat Rp800 ribu,” ungkap Sodikin, yang berharap pihak koperasi karyawan TMII dapat menambah unit sepeda, utamanya sepeda kecil untuk anak-anak.

Lihat juga...