hut

Lampu Tenaga Surya untuk Meningkatkan Rasio Elektrifikasi

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Upaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, dapat dilakukan dengan Lampu Tenaga Surya. Pemerintah dapat membagikan lampu tenaga surya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Harris, menjelaskan, lampu surya gratis merupakan program pemerintah khusus untuk daerah 3T, atau terdepan, terluar dan tertinggal.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan dan Konsevasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris saat talk show tentang energi di JS Luwansa Jakarta, Senin (14/10/2019) – Foto Ranny Supusepa

“Daerah yang kita prioritaskan adalah daerah yang tercatat masih belum terakses listrik. Seperti Papua. Total yang kita salurkan untuk Papua Barat adalah 1.842 unit dan Papua 13. 320 unit. Kita juga fokus pada NTT, yang memang akses listriknya baru 70 persen,” kata Harris dalam talk show energi, Senin (14/10/2019).

Untuk NTT, pemerintah menargetkan di akhir 2019 akses elektrifikasi bisa mencapai 90 persen. “Selain Papua dan NTT, wilayah lain yang menerima lampu tenaga surya ini antara lain adalah Maluku Utara 6.100 unit, Maluku 4.639 unit, Sulawesi Tengah 4.278 unit, Sulawesi Tenggara 4.618 unit, Sulawesi Selatan 3.363 unit,” jelasnya.

Menurut data wilayah, yang paling sedikit menerima bantuan lampu tenaga surya ini adalah Jawa, yaitu Jawa Timur sebanyak 508 unit. Data 2019, Kementerian ESDM mengalokasikan untuk program lampu tenaga surya sebesar Rp328 miliar, yang meliputi pemasangan baru dan pengawasan program untuk pemasangan tahun-tahun sebelumnya.

Anggaran untuk lampu tenaga surya ini mengambil porsi 6,4 persen dari seluruh anggaran Kementerian ESDM 2019 yang mencapai Rp5,15 triliun. Dalam dua tahun terakhir, sekitar 50 persen porsi APBN Kementerian ESDM dialokasikan untuk belanja infrastruktur rakyat.

Lihat juga...