hut

Lecehkan Pasien, Bidan Puskesmas Waiwerang Dinasehati Wabup Flotim

Editor: Mahadeva

LARANTUKA – Salah satu oknum bidan di Puskemas Waiwerang, Kamriah Barek Ile, melakukan pelecehan terhadap pasien ibu hamil. Korban adalah warga Desa Kiwang Ona, Kecamatan Adonara Timur.

Korban mendapatkan kata-kata pedas, ketika pasien tersebut datang memeriksakan diri di Pukesmas , Kamis (3/10/2019). Keluarga pasien yang tidak terima akan kejadian yang dianggap pelecehan tersebut, lalu melaporkan kasus yang dialami ke Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Sementara, ada yang juga menuliskan kejadian tersebut di media social. Sehingga kejadiannya menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat. “Kemarin saya sudah panggil sekertaris dinas Kesehatan, kepala Puskesmas Waiwerang dan oknum bidannya. Keluarga pasien juga hadir di ruangan saya,” kata Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli kepada Cendana News,Sabtu (5/10/2019).

Agus mengatakan, Dirinya merasa kesal dengan perlakukan bidan tersebut. Tindakan itu disebutnya membuat malu  dan mencoreng wibawa Pemda Flotim. Bidan tersebut diminta menceritakan secara benar kronologi kejadian. Dan secara tegasm Agustinus menasehati Bidan Kamriah, yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). “Sebagai ASN, kita harus punya kesadaran moril dan tahu diri kalau kita di bayar oleh rakyat melalui negara tiap bulannya. Karena itu kerja sungguh-sungguh dan jangan membawa masalah pribadi dari rumah dan melampiaskan amarah di pasien dan keluarganya,” pesannya.

asyarakat , harus dilayani dengan ramah dan etis, sebagai bentuk tanggungjawab tugas sebagai bagian dari imbal balik setelah menerima hak-hak dari rakyat dan negara. Tidak dibenarkan memarahi apalagi melecehkan pasien yang adalah masyarakat kita sendiri.

Agustinus mengklaim juga memarahi Kepala Puskesmas Waiwerang. Hal itu dilakukan, karena telah terjadi kesalahan dalam pelayanan sebanyak dua kali. Saat inspeksi mendadak yang pernah dilakukan, Puskesmas tidak memiliki oksigen. “Kepala puskesmas juga harus perbaiki managemen di pelayanan kesehatan masyarakat ini agar lebih baik ke depannya,” tegasnya.

Bidan Kamriah Barek Ile kemudian meminta maaf sambil menangis menyesali perbuatannya dan berjanji di hadapan Wabup Agus agar hal ini tidak akan terjadi lagi. “Saya memilih opsi kedua menandatangani pernyataan untuk bertobat dan tidak akan mengulangi lagi,” kata bidan Kamriah.

Mendengar itu wabup Agus mengiyakan dan menyuruh bidan Kamriah secara adat budaya Lamaholot meminta maaf di rumah pasien ibu hamil di Kiwangona agar permasalahan bisa selesai. Agus Boli juga memerintahkan Kadis Kesehatan Flotim segera membuat surat edaran penegasan ke seluruh Puskesmas dan Polindes di seluruh Flotim, dan rumah sakit untuk menerapkan rumah ramah pelayanan.

Surat edaran yang di tandatangi Wabup tersebut, sebagai bentuk peringatan dini kepada segenap petugas kesehatan. “Jika sudah rasa jenuh melayani masyarakat maka lebih baik mengundurkan diri dari ASN dan jangan terima gaji lagi. Daripada menjadi beban bathin dan masyarakat jadi korban,” pesan Agus Boli.

Lihat juga...