hut

Mahasiswa Bisa Membangun Desa dengan Kecanggihan TIK

Editor: Mahadeva

JEMBER – Di era Revolusi Industri 4.0. kecanggihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan kekuatan media sosial dapat menjadi alat untuk mengembangkan desa.

Seperti yang terjadi di Desa Bulu Cinde, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan yang mendapat sentuhan program KKN tematik dari Universitas Jember. Kini daerah tersebut, menjadi salah satu tujuan wisata di Pangkajene Kepulauan.

“Dulu siapa yang kenal Desa Bulu Cinde? Tetapi, dengan kekuatan strategi yang tepat, dan didukung pemasaran dengan media social, kini Desa Bulu Cinde menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, kuncinya digitalisasi potensi desa,” papar Samsul Widodo, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Rabu (9/10/2019).

Contoh kasus lainnya adalah, keberhasilan usaha Kopi Kenangan, produk start up es kopi, yang kini diguyur suntikan modal Rp200 miliar. Keberhasilan usaha Kopi kenangan, didukung kecerdikan anak-anak muda yang menciptakan narasi di balik Kopi Kenangan. “Dibikinnya Kopi Kenangan, punya keterkaitan dengan mantan, sang pacar dan cerita-cerita ala anak-anak mahasiswa. Kini mereka sudah punya 50 outlet di seluruh Indonesia dengan omzet Rp30 miliar per-bulan. Saya membayangkan jika mahasiswa Universitas Jember jeli, maka banyak potensi desa yang bisa diangkat dengan cara membuat narasi yang menarik yang kemudian disebarluaskan melalui kekuatan media sosial,” tambah Samsul Widodo.

Dengan potensi tersebut, alumni Universitas Jember tersebut berharap, agar perguruan tinggi selalu turut serta dalam membina dan mendampingi desa. Apalagi, pemerintah berencana mengucurkan dana Rp400 triliun untuk Dana Desa. “Saya tidak ingin mendapati ada desa yang salah dalam memanfaatkan Dana Desa, atau enggan hadir dalam Musrenbang di kecamatan gara-gara merasa sudah punya dana banyak. Dulu memang kepala desa bingung cari dana, kini jangan sampai bingung mengalokasikan Dana Desa. Untuk itu pendampingan dari perguruan tinggi seperti Universitas Jember menjadi penting,” tandasnya.

Harapan Dirjen PDT, disambut positif  Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan, yang menyebut, pihaknya akan selalu mendampingi desa-desa di Besuki Raya, bahkan di luar Jawa Timur melalui program Desa Binaan. “Kami memulai program KKN tematik di 2017 dengan 10 desa saja di Bondowoso. Alhamdulillah, kini berkembang menjadi 300 desa binaan dengan berbagai tema, sesuai potensi desa masing-masing. Bahkan desa wisata Cindea Bulu yang digagas oleh mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember terpilih mewakili Provinsi Sulawesi Selatan dalam ajang Lomba Inovasi Desa Wisata Nasional 2019,” kata Moh. Hasan.

Lihat juga...