hut

Mahkamah Konstitusi Gelar ‘Festival Desa Konstitusi 2019’ di Bali

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) bekerja sama dengan Universitas Udayana dan Desa Bangbang sebagai Desa Konstitusi kembali menggelar Festival Desa Konstitusi 2019. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Bangbang, Bali, pada Kamis (31/10/2019).

Hakim Konstitusi, I Dewa Gede Palguna, dalam sambutan pembukaannya mengatakan, pentingnya identitas. Ia juga menyebutkan identitas pun juga bisa berbahaya, karena bisa menyebabkan radikalisme yang berbahaya dalam kehidupan.

“Saya tidak tahu Desa Bangbang dipilih sebagai Desa Konstitusi. Saya baru tahu setelah desa Bangbang dikukuhkan sebagai desa Konstitusi. Bukan karena adanya masukan atau KKN dari saya. Tapi benar-benar dipilih sendiri dari MK dan sesuai dengan kriteria,” kata Palguna saat pembukaan acara di Desa Bangbang, Bali, Kamis (31/10/2019) lewat keterangan tertulis MK ke media di Jakarta.

Palguna juga memaparkan tentang asal-muasal lahirnya MK pada 2003, namun sebenarnya MK sudah dirancang sejak 2002. Dimana saat itu tidak ada anggaran, serta hanya memiliki SK pengangkatan hakim konstitusi.

Salah satunya, kata Palguna dirinya sebagai hakim konstitusi yang pertama. Selain itu, alamat MK pertama bukan gedung atau nama jalan, namun alat komunikasi yang dimiliki oleh Ketua MK pertama Jimly Ashidiqie.

“Dibentuknya Desa Konstitusi untuk menyebarluaskan nilai-nilai ideologi Pancasila dan konstitusi. Hal tersebut menjadi tantangan MK, mulai membuat buku konstitusi dan menerjemahkan ke dalam bahasa daerah hingga membentuk pusat penelitian sejarah konstitusi. Karena kita melihat sangat berbahaya apabila seseorang kehilangan pegangan (dasar negara). Oleh karena itu, konstitusi harus ditegakkan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sebut Palguna, MK juga mengadakan Festival dan Pekan Konstitusi hingga memberikan penghargaan untuk guru yang mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan. Acara tersebut tambah Palguna, diharapkan akan menjadi pemicu untuk lebih memahami makna konstitusi lebih mendalam.

Karena apabila dilakukan dalam kehidupan sehari-hari maka akan lebih baik dan kelak menjadi warga negara yang baik.

“Kalau di Amerika, semua warga negara taat kepada konstitusi, tetapi wargalah yang berperan besar untuk menjalankan konstitusi dalam kehidupan sehari-hari. Dan inilah yang harus kita tuju ke depan untuk menjadi bangsa yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Kurniasih Panti Rahayu, memberikan laporan terkait diselenggarakannya kegiatan tersebut.

Dalam laporannya, Kurniasih Panti Rahayu menyampaikan bahwa acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait hak konstitusional warga negara.

“Sebagai salah satu lembaga negara yang terbentuk pada era reformasi, dalam upaya MK meningkatkan masyarakat untuk mendapatkan keadilan. MK melalui kegiatan peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara ini, mewujudkan MK sebagai lembaga negara peradilan yang memberikan jaminan hukum, keadilan serta memberikan jaminan hak asasi manusia,” ujarnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com