hut

Masyarakat Koja Doi di Sikka Tinggalkan Bom Ikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Nenek moyang warga desa Koja Doi berasal dari Buton dan bekerja sebagai nelayan. Saat melihat kondisi laut menjanjikan mereka mulai menetap di pulau Koja Doi dan pulau Besar di wilayah kepulauan Teluk Maumere.

Para perantau ini membuat rumah dan tinggal di pesisir pantai. Saat pendudukan Jepang, para nelayan diminta oleh tentara Jepang untuk menangkap ikan untuk konsumsi pasukan Jepang.

“Nelayan juga diberi bom untuk menangkap ikan. Setelah tentara Jepang pergi kebiasaan menggunakan bom dalam mendapatkan ikan terus terbawa,” kata La Mane Untu, mantan kepala desa Koja Doi kecamatan Alok Timur, kabupaten Sikka, NTT, Senin (7/10/2019).

Dikatakan La Mane, saat dirinya menjabat kepala desa Koja Doi sejak tahun 1967 sampai 1990, dirinya memberikan pengertian kepada masyarakat untuk tidak mengebom ikan.

Dia katakan, kalau tetap mengebom ikan, maka dalam kurun waktu 50 tahun ke depan anak cucu kita hanya akan melihat ikan di foto saja. Tahun 1986 almarhum Frans Seda membuka hotel Sao Wisata dan menjual wisata diving.

“Masyarakat pun diberikan sosialisasi agar tidak mengebom ikan lagi. Perusahaan dari Jakarta pun mengajarkan masyarakat budidaya rumput laut dan semua masyarakat dilibatkan dalam usaha budidaya rumput laut,” ungkapnya.

Rumput laut kata La Mane, musuh besarnya perusakan ekosistem laut sehingga masyarakat mulai meninggalkan bom.

Setelah budidaya rumput laut berjalan, masyarakat pun dilarang untuk merusak karang. Warga desa Koja Doi pun tidak ada lagi yang melakukan pengeboman ikan.

“Penangkapan menggunakan bubu juga kalau bisa ditiadakan sebab akan membongkar batu karang. Saat saya ke Banyuwangi saya melihat nelayan membawa ikan banyak sekali,” ungkapnya.

La Mane pun bertanya, bagaimana caranya mendapatkan ikan banyak. Nelayan di Banyuwangi katakan, mereka menangkap ikan menggunakan Kelong (Bagan) dan dirinya pun terkesima.

Waktu pulang ke Koja Doi dirinya pun mencoba menerapkannya. Saat menjahit jaring banyak warga desa mencibirnya dan mengatakan dirinya gila namun semua itu tidak dipedulikannya.

“Setelah kami menangkap ikan, hasilnya banyak sekali sehingga masyarakat bingung. Awalnya saya buat dua saja dan hasil ikannya bisa dimakan semua warga desa. Kini semua nelayan mulai menggunakan bagan atau kelong,” terangnya.

Kepala desa Koja Doi, Hanawi, mengatakan, budidaya rumput laut mengalami kejayaan tahun 1980 hingga 1990. Warga Koja Doi pun kehidupan ekonominya berubah drastis.

Kepala desa Koja Doi, kecamatan Alok, Timur, kabupaten Sikka, NTT, Hanawi, saat ditemui Cendana News, Senin (7/10/2019) – Foto: Ebed de Rosary

Namun usaha ini sebutnya, hancur total setelah ada gempa dan tsunami Flores bulan Desember tahun 1992. Rumput laut pun hancur total dan warga mengalami kerugian.

“Tahun 2.000-an warga mulai melakukan budidaya rumput laut kembali namun hasilnya tidak maksimal karena diserang hama penyakit. Warga pun tidak lagi membudidayakannya,” terangnya.

Budidaya rumput laut tambah Hanawi, kembali dilakukan sekitar tahun 2016. Warga dibantu bibit rumput laut oleh TNI AL dari Lanal Maumere dan mendapatkan pelatihan.

Kini beberapa warga desa ini kata dia, mulai kembali membudidayakan rumput laut. Kebiasaan mengebom ikan pun sudah hilang dan warga menangkap ikan menggunakan kail serta jaring.

“Ada juga warga yang menangkap ikan menggunakan bubu atau perangkap serta memanah. Kalau hasilnya banyak bisa dikeringkan dan dijual kepada wisatawan yang berkunjung ke desa kami,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com