hut

Masyarakat NTB Masih Banyak yang Terjebak Rentenir

Editor: Mahadeva

MATARAM – Masih banyak masyarakat NTB yang terjebak rentenir untuk pinjaman dengan bunga yang kerap mencekik masyarakat. Pinjaman untuk modal usaha menjadi alasan yang membawa mereka harus berurusan dengan rentenir.

“Pemprov NTB ingin keberadaan Bank NTB Syariah bisa mengambil peran maksimal, membantu memberikan pinjaman modal kepada masyarakat untuk modal usaha, mengingat masih banyak masyarakat terjebak rentenir,” kata Gubernur Provinsi NTB, Zulkiflimansyah usai melaksanakan salat berjamaah di masjid Raudatul Jannah, Pagesangan, Mataram, Kamis (17/10/2019).

Zul mengaku prihatin, dengan sikap masyarakat yang masih memilih rentenir yang terus melilit masyarakat, sebagai solusi perekonomian masyarakat. Padahal, ketika sudah berhubungan dengan rentenir, yang terjadi adalah masalah yang tidak kunjung usai.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Zulkiflimansyah melaksanakan shalat berjamaah di masjid Raudatul Jannah Pagesangan Mataram, Kamis (17/10/2019) – Foto Turmuzi

Harapannya, peran maksimal Bank NTB Syari’ah, dapat membawa masyarakat terbebas dari cekikan rentenir. Sehingga, usaha yang dilakukan masyarakat, bisa berdampak bagi perekonomiannya secara nyata. “Biasanya kalau dikelola oleh Bank, maka mereka tahu apakah usaha ini bisa sukses atau tidak,” harapnya.

Pemprov NTB disebut Zul, sedang mengkaji memfungsikan masjid, selain sebagai tempat ibadah juga sebagai bank yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Sebelumnya, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Farid Palletehan, berharap perubahan status Bank NTB dari konvensional menjadi syariah bisa membawa perubahan bagi masyarakat. Bisa membawa perkembangan dan kemajuan, khususnya untuk sektor pembiayaan untuk UMKM.

Dari catatannya, penyaluran KUR untuk UMKM dari Bank NTB masih belum maksimal. Sehingga perlu lebih diperbanyak, mengingat UMKM berkontribusi besar bagi perekonomian NTB. Selama ini, nasabah bank NTB kebanyakan masih didominasi kalangan ASN. Belum banyak melakukan ekspansi ke luar. Karena itu dibutuhkan terobosan agar bisa menjangkau pemasaran yang lebih luas.

Lihat juga...