hut

Mencicipi Lezatnya Kue Kembang Goyang

Editor: Mahadeva

LARANTUKA – Kue kembang goyang, merupakan kue yang banyak dibuat masyarakat baik di kota maupun di desa-desa di Flores. Kue tersebut banyak dijual di pasar-pasar Inpres kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Flores, NTT.

“Kalau di pasar Inpres Larantuka, biasanya kue kembang goyang dijual Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per-mika atau wadah dari plastik,” ungkap Maria Dalena, salah seorang penjual kue kembang goyang di kota Larantuka, Sabtu (5/10/2019).

Maria mengatakan, kue kembang goyang biasa dijual bersamaan dengan kue rambut (Bolo Kekera bahasa Nagi) serta jagung titi dan ikan Sembe (ikan asin khas Flores Timur). “Penjualannya lumayan bagus,” kata Maria.

Maria Dalena,warga kota Larantuka,kabupaten Flores Timur,NTT yang bias amenjual kue kembang goyang.Foto : Ebed de Rosary

Penjualan terbanyak biasanya diperoleh saat menjelang Paskah. Saat Semana Santa, banyak peziarah datang ke Kota Larantuka, sehingga oleh-oleh selalu diburu untuk dibawa pulang. “Setiap hari hanya beberapa orang saja yang menjualnya, karena pembeli juga terbatas. Terkadang saya juga menjualnya lewat media sosial dan hasilnya-pun lumayan,” ungkapnya.

Mery Parera salah seorang penjual kuliner menyebut, membuat kue kembang goyang memang tergolong agak sulit. Untuk membuatnya, bahan yang biasa digunakan adalah, tepung beras atau tepung terigu. Bahan tambahannya gula arean atau gula pasir, telur ayam sesuai kebutuhan, santan kelapa dan minyak goreng. Untuk membuat kue kembang goyang, dibutuhkan cetakan untuk membentuknya. “Pertama-tama tepung beras dan terigu dicampur dan ditambah telur ayam serta gula aren diaduk jadi adonan. Gunakan santan kelapa sebagai pengganti air, dan aduk hingga merata,” terangnya.

Setelah adonan merata, minyak goreng dipanaskan dan celup cetakan ke dalamnya. Cetakan yang sudah panas ini lalu dicelupkan ke dalam adonan. Usahakan adonan, tidak sampai melebihi ujung cetakan. Cetakan tersebut lalu dimasukan ke wajan sambil digoyang-goyang agar adonan yang lengket di cetakan bisa terlepas. “Nyala apinya jangan terlalu besar agar panasnya merata serta kue tidak cepat gosong atau hangus. Kalau menggunakan tepung beras, rasa kuenya lebih garing dan renyah,” ungkapnya.

Setelah dimasukan ke wajan dan terlepas adonannya, kue digoreng demngan terus dibolak-balik hingga berwarna kecoklatan. Angkat kue dan tiriskan minyaknya hingga kering lalu siap dikonsumsi.

Lihat juga...