hut

MUI Kudus Usulkan Materi Khotbah Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS

Ilustrasi [CDN]

KUDUS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengusulkan kepada para kiai, ustaz maupun pemilik jamiah, untuk menyampaikan khotbah bermaterikan upaya pencegahan virus HIV/AIDS.

“Agar para kiai, ustaz maupun dai, bisa menyampaikan materi tersebut dalam ceramahnya, perlu disusun materi khotbah tentang pencegahan penularan virus HIV/AIDS,” kata Ketua MUI Kabupaten Kudus, Ahmad Hamdani, Kamis (10/10/2019).

Khotbah tentang pencegahan HIV/AIDS, diharapkan bisa disampaikan pada 1 Desember 2019, yang menjadi peringatan, untuk menumbuhkan kesadaran terhadap penyakit HIV/AIDS. Tersedianya teks khotbah diharapkan membantu pemahaman para kiai, ustaz maupun dai, sehingga ketika menyampaikan juga mudah dipahami jamaahnya.

Dalam rangka meningkatkan kepedulian anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kudus, diharapkan, anggotanya tidak hanya diundang saat ada rapat koordinasi KPA. Melainkan juga diikutkan pada pertemuan secara periodik, agar ada rasa kepedulian.

Sekretaris KPA Kudus, Nurhadi, menyebut siap menindaklanjuti permintaan dari MUI agar menyediakan teks khotbah terkait pencegahan HIV/AIDS. Dalam rangka pencegahan HIV/AIDS, tahun sebelumnya juga digelar tata cara pemulasaran jenazah bagi penderita penyakit menular yang diikuti para modin. Pemulasaran jenazah tersebut, tidak terbatas untuk jenazah yang menderita HIV/AIDS, tetapi juga penderita penyakit menular lainnya.

Sekretaris KPA Jateng, Zaenal Arifin, menyebut, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS perlu melibatkan banyak pihak. “Penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh dan mematikan tersebut, perlu menjadi perhatian semua pihak, karena sudah tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” ujarnya.

Hingga sekarang, belum ada obat yang bisa menyembuhkan dan vaksin untuk mencegah penularan HIV. Upaya pencegahan, salah satunya dengan meningkatkan pendidikan agama dan ketahanan keluarga. Jumlah kasus HIV/AIDS di Jateng secara kumulatif dari 1993 hingga Juni 2019, mencapai 27.538 kasus. Meliputi HIV sebanyak 15.621 kasus dan AIDS sebanyak 11.917 kasus. Yang tercatat meninggal mencapai 1.818 kasus.

Sementara estimasi KPA Nasional untuk Jateng di 2012 mencapai 47.514 kasus. Jateng sendiri menempati urutan lima, dari 10 provinsi di Indonesia dalam kasus AIDS terbanyak hingga Juni 2019. Penderita paling tinggi ditemukan pada kelompok umur 30-34 tahun dan paling dominan merupakan berjenis kelamin laki-laki mencapai 64 persen, sedangkan berdasarkan pekerjaan paling dominan merupakan wiraswasta, meskipun ada pula dari kalangan PNS, TNI/Polri serta mahasiswa. (Ant)

Lihat juga...