hut

Ngejiret, Cara Tangkap Ikan Belanak di Sungai Way Sekampung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sungai Way Sekampung yang sedang surut saat kemarau, menjadi lokasi mencari berbagai jenis ikan bagi masyarakat. Teknik menangkap ikan yang dipergunakan warga di antaranya memancing, menjala dan ngejiret. Ardi salah satu pemuda asal Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut, kemarau membuat ikan mudah ditangkap. 

Jenis ikan yang kerap diperoleh di antaranya kating, lele, sembilang, patin dan belanak. Jenis ikan belanak atau Moolgarda seheli merupakan jenis ikan yang hidup bergerombol. Mengikuti arus sungai Way Sekampung, saat pasang surut ikan laut ini masuk ke aliran sungai yang sedang payau.

Memiliki bentuk seperti ikan bandeng jenis ikan belanak, diakui Ardi tidak bisa dipancing. Proses penangkapan bisa dilakukan dengan ngejiret.

Menurut Ardi, ngejiret merupakan cara yang diajarkan oleh orang tua secara turun-temurun, dan cara tersebut ditemukan tanpa sengaja. Saat belasan tahun silam, seorang petani yang menggarap lahan sawah memiliki bekas botol air mineral yang diberi nasi di tepi sungai Way Sekampung. Ternyata botol tersebut dimasuki dua ekor ikan belanak ukuran sedang. Laku botol sengaja diberi senar dan nasi untuk menangkap ikan belanak.

Ardi, pemuda asal Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, saat memancing ikan belanak di sungai Way Sekampung dengan teknik ngejiret, memakai botol bekas dan umpan terigu, Minggu (27/10/2019). -Foto: Henk Widi

“Oleh orang di sekitar sungai Way Sekampung, teknik ini dikenal dengan menipu ikan belanak yang susah dipancing dengan kail, lalu orang mulai memakai tepung sagu untuk umpan dengan botol bekas air minum lebih besar untuk mendapat ikan belanak,” ungkap Ardi, saat ditemui Cendana News tengah menangkap ikan dengan teknik ngejiret, Minggu (27/10/2019).

Teknik menangkap ikan dengan ngejiret tidak membutuhkan modal banyak. Sebab, botol bekas bisa diperoleh dari tepi jalan dan senar bisa diperoleh dari bekas tambang dan jaring. Umpan dari tepung terigu atau tepung tapioka bisa dibeli dengan harga Rp3.000 ukuran seperempat kilogram.  Ia bahkan tidak membutuhkan joran, dan pelampung memakai sendal bekas atau styrofoam.

Setelah botol bekas diperoleh, ia akan melubangi bagian bawah dengan pisau. Bagian penutup dibiarkan terbuka, setelah penutup dibuang atau diberi lubang lebih kecil, agar air bisa mengalir. Botol bekas air mineral yang sudah dilubangi selanjutnya diikat dengan tali senar yang dirangkai seperti layang-layang. Pada bagian tengah lubang botol bekas air mineral diberi senar yang disilangkan seperti jerat.

“Fungsi jerat untuk ngejiret ikan yang masuk ke dalam botol, sehingga tidak bisa keluar saat hendak makan terigu,” ungkap Ardi.

Proses menangkap ikan dengan ngejiret dimulai dengan memasukkan tepung terigu ke dalam botol. Setelah botol diisi umpan, maka proses menghanyutkan botol ditempatkan pada lokasi yang diduga menjadi jalur migrasi ikan belanak. Ikan belanak, kata Ardi, kerap bergerombol minimal 10 hingga 20 ekor ikan.

Saat botol dihanyutkan, tepung terigu yang terurai akan mengundang ikan belanak.

Sebagai ikan pelagis yang bergerombol, ikan akan mencoba makan tepung terigu di dalam botol. Sembari dihanyutkan, botol berisi terigu ditarik melawan arus air agar menarik perhatian ikan.

Tidak butuh waktu lama, maksimal lima menit, dua hingga tiga ekor ikan belanak akan masuk ke botol untuk makan terigu. Sekali masuk ke dalam botol, akan susah bagi ikan belanak keluar dari botol akibat adanya jerat di dalam botol.

“Ikan akan kejiret (terjerat) tidak bisa keluar, sehingga dengan mudah bisa ditangkap untuk dipindahkan ke ember atau jaring agar tetap segar,” ungkap Ardi.

Sekali mencari ikan belanak, Ardi kerap mengajak serta tiga rekannya, Hasan, Joni dan Imam. Sekali menangkap ikan dengan teknik ngejiret, dimulai dari siang hingga sore, ia bisa mendapatkan 5 hingga 10 kilogram ikan belanak. Agar ikan tetap segar, ia kerap menyediakan boks khusus dari styrofoam diisi air, agar ikan tetap hidup. Proses menangkap ikan kerap dilakukan bersama untuk dinikmati hasilnya dengan cara dibakar.

Wati (topi caping) membakar ikan hasil tangkapan berupa ikan belanak yang dilakukan sang anak dan suami di sungai Way Sekampung, Minggu (27/10/2019). -Foto: Henk Widi

Meski dengan teknik ngejiret memakai botol, Ardi mengaku bisa mendapatkan ikan ukuran besar. Botol ukuran besar membuat ikan belanak besar bisa masuk. Selain menangkap dengan ngejiret memakai botol, ia dan rekannya juga memakai teknik memancing dengan sistem tajur.

Memakai pancing berumpankan udang, ia bisa mendapatkan ikan sembilang, lele dan kakap putih.

“Proses penangkapan ikan di tepi sungai Way Sekampung hanya bisa dilakukan kemarau, sebab saat penghujan air meluap,” tuturnya.

Menurut Ardi, teknik menangkap ikan dengan ngejiret ramah lingkungan. Dengan cara tersebut, ikan yang ditangkap tidak terluka. Sebagian ikan yang masih berukuran kecil, bahkan kerap dilepaskan kembali agar bisa hidup di sungai Way Sekampung.

Saat musim kemarau, penangkap ikan dengan teknik ngejiret dan mancing biasa mencapai puluhan orang di tepi sungai Way Sekampung.

Warga lain bernama Wati, asal Desa Bandar Agung, mengaku mengajak sang suami mencari ikan di tepi sungai Way Sekampung. Memakai teknik ngejiret memakai botol, sang suami juga memakai pancing dengan joran.

Hasilnya, sang suami bisa mendapatkan ikan kating, lele dan patin selain ikan belanak. Kegiatan tersebut kerap dilakukan bersama keluarga sembari berwisata di tepi sungai Way Sekampung.

“Kami menikmati suasana bantaran sungai Way Sekampung yang sedang kering, sebab saat musim banjir luapan bisa merendam perumahan,” ungkap Wati.

Rekreasi di tepi Way Sekampung sembari mencari ikan dengan teknik ngejiret, diselingi dengan bakar ikan. Wati menyebut, selain hasil tangkapan suami dan anaknya ia menyiapkan daging ayam dan ikan laut jenis tengkurungan dan layang.

Ikan yang dibakar selanjutnya dinikmati di sela sang suami mencari ikan. Rekreasi di tepi sungai Way Sekampung sekaligus menjadi cara mencari udara sejuk saat cuaca panas selama kemarau.

Lihat juga...