hut

Obat TBC, Mahasiswa Universitas Brawijaya Manfaatkan Bakteri Psedomonas Fluoprescens

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Penyakit Tubercolosis (TBC) masih menjadi penyakit pembunuh nomer satu di Indonesia dimana proses pengobatan TBC sendiri dapat memakan waktu yang cukup lama yakni 6-9 bulan serta banyak memakan biaya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) membuat suatu terobosan Viscosin Extract of Psedomonas Fluoprescens membrane for Mycobacterium Tubercolosis infection (V-COSIS) yang disinyalir mampu menghancurkan pertahanan dari bakteri TBC.

Ketiga mahasiswa FK tersebut yakni Rachmad Rizky Darmawan, Diana Yuswanti Putri dan Shafiyyah Maratush Shalihah.

Rachmad Rizky Darmawan menunjukkan V-COSIS untuk mengobati TBC. Jumat (4/10/2019) – Foto: Agus Nurchaliq

Disampaikan Rizky, produk V-Cosis memanfaatkan hasil ekstrak dari bakteri Psedomonas Fluoprescens untuk membunuh bakteri TBC.

“Ekstrak bakteri Psedomonas Fluoprescens sengaja dipilih karena bisa ditemukan dengan mudah seperti di tanah maupun di air dan tidak merugikan bagi manusia. Masa panennya juga sangat cepat, hanya satu hari sehingga bisa dengan mudah didapatkan sebagai bahan V-Cosisi,” imbuhnya.

Dikatakan Rizky, bakteri TBS sendiri sebenarnya ada banyak tipe. Ada yang aktif dan ada juga yang masih istirahat di paru-paru. Biasanya yang dibunuh oleh obat TBC yang sudah ada sekarang adalah hanya bakteri yang aktif saja, sedangkan bakteri yang istirahat tidak terdeteksi dan tidak dibunuh oleh obat yang sudah ada.

“Melalui temuan kami V-Cosis ini diharapkan bisa tidak hanya membunuh bakteri TBC yang aktif, tetapi juga bisa mendeteksi dan membunuh bakteri yang istirahat,” ucapnya.

Menurutnya, setelah melakukan uji literatur dan secara komputasi menggunakan software, diprediksi obat tersebut nantinya bisa membantu menyembuhkan penyakit TBC kurang dari 1 bulan. Namun demikian, V-Cosis sementara ini masih belum bisa dan belum boleh aplikasikan kepada manusia, karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dan harus melalui beberapa tahapan berikutnya.

“V-Cosis ini sendiri untuk bisa menjadi obat bagi manusia membutuhkan waktu yang masih sangat lama, karena masih ada fase pengujian lainnya seperti pengujian kepada hewan sebelum diterapkan kepada manusia. Jadi tahapannya masih lama sekitar 20-30 tahun lagi sebelum benar-benar bisa menjadi obat TBC bagi manusia,” tandasnya.

Sementara itu Rizky bersama timnya telah mengajukan pendaftaran paten sederhana di Sentra HKI Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya dengan judul V-COSIS (Viscosin Extract of Psedomonas Fluoprescens membrane for Mycobacterium Tubercolosis infection).

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com