hut

Oknum Motivator di Malang Tampar Siswa SMK

Editor: Mahadeva

MALANG – Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini, hal itu menimpa siswa SMK 2 Muhammadiyah Malang. Sebanyak 10 orang siswa menjadi korban penamparan, yang dilakukan oleh salah satu motivator kewirausahaan berinisial AG.

Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan seorang motivator menampar siswa, viral di media sosial. Kepala sekolah SMK 2 Muhammadiyah Malang, Nur Cholis, S.Pd, membenarkan terjadinya kekerasan tersebut. Dan hal itu juga diakui terjadi di sekolah yang dipimpinnya. Hal itu terjadi saat AG diundang pihak sekolah untuk memotivasi para siswa mengenai usaha online.

“Saya bersama beberapa guru membuka acara tersebut dan semua berjalan dengan baik. Namun karena saya harus menghadiri rapat dan beberapa guru harus mengajar, maka kami meninggalkan para siswa bersama motivator AG dan satu orang guru yang bertugas menjadi operator,” jelasnya saat memberikan klarifikasi di aula SMK 2 Muhammadiyah Malang, Jumat (18/10/2019).

Setelah siswa kami tinggal, baru kemudian terjadi kejadian yang tidak diduga sebelumnya. “Saya sendiri sampai akhir acara tersebut sama sekali tidak mengetahui bahwa ada kejadian tersebut, karena pada saat saya menutup acara tersebut semua terlihat normal,” tandasnya.

Wali Kota Malang, Kapolresta Malang, Dandim dan Kepala sekolah SMK 2 Muhammadiyah Malang memberikan klarifikasi terkait kekerasan yang terjadi pada siswa sekolah di aula SMK 2 Muhammadiyah Malang, Jumat (18/10/2019). -Foto:Agus Nurchaliq

Baru setelah selesai acara, Nurcholis baru tahu ada aksi kekerasan di sekolah-nya. Hal itu diketahui setelah melihat video yang beredar. Dari kejadian tersebut sekolah langsung memanggil semua korban untuk dimintai keterangan. Termasuk memanggil kembali motivator AG, untuk dimintai penjelasan. “Saat kami panggil AG langsung datang dan meminta maaf secara terbuka bahkan pak AG salim mencium tangan siswa dan berjanji akan memberikan kompensasi bagi para korban yang luka. Secara pribadi sebagai manusia kami sudah memaafkan, tapi secara kelembagaan kami serahkan ke pihak berwajib,” imbuhnya.

Salah satu korban, Wahyu Pratama Putra, siswa kelas 12, menceritakan kronologi terjadinya penamparan tersebut. Awalnya ada siswa yang tertidur, kemudian disuruh maju ke depan yang kemudian disambut tawa siswa lainnya. Disitu AG memberikan peringatan untuk tidak tertawa. Tapi kemudian ada siswa yang tertawa lagi dan AG memberikan peringatan lagi. “Kemudian AG membuat perjanjian, kalau ada yang tertawa lagi akan dipukul sampai keluar darah,” sebutnya.

Setelah itu, operator melakukan kesalahan penulisan kata goblok yang seharusnya ditulis goblok tapi justru ditulis goblog.  Hal itu kemudian disambut tawa kembali oleh para siswa. Disitu AG bertanya perihal siapa saja yang tertawa, tapi karena tidak ada yang mengaku, dua saf bangku paling dekat dengannya disuruh maju. “Akhirnya saya dan sembilan teman lainnya maju. Di situ kami ditampar satu per satu,” tuturnya.

Lebih lanjut, guru pendamping sekaligus operator, Budi, mengaku syok dengan kejadian tersebut. “Saya guru baru disini. Saya kira mereka disuruh maju untuk dimarahi biasa, ternyata ditampar. Saya syok melihat kejadian tersebut, sampai tidak bisa menghentikan aksi tersebut,” akunya.

Kapolresta Malang, AKBP Doni Alexander SIK, MH menyebut, pihaknya sudah menerima laporan polisi pada 17 oktober 2019 pukul 20.00 WIB. Polisi sudah memeriksa dan pencarian sesuai dengan informasi nama yang ada.  “Akhirnya pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00 WIB sudah bisa mengamankan tersangka berinisial AG. Laporan awal dari tim kami di lapangan, mereka berhasil mengamankan yang bersangkutan di Surabaya. Yang bersangkutan kooperatif dan mengakui kesalahannya,” terangnya.

Dikatakan Doni, sesuai dengan video yang mereka terima dan tengah viral, yang bersangkutan melakukan tindak pidana terhadap anak dibawah umur. Aksi itu dikenakan UU No.34/2014, tentang perlindungan anak. Pelaku dikenai pasal 80, yaitu melakukan kekerasan terhadap anak dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.

“Kami masih melakukan proses pemeriksaan untuk melihat motifnya apa sehingga terjadi tindak pidana tersebut. Dari 10 korban, yang sudah membuat laporan polisi sebanyak Sembilan orang. Sedangkam satu korban masih mengalami mimisan sehingga belum bisa membuat laporan,” pungkasnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya kejadian itu mencoreng dunia pendidikan kota Malang. “Kejadian tersebut sangat amat menampar apa yang menjadi visi misi kami Malang bermartabat. Saya amat sesalkan kejadian yang tidak sepantasnya tersebut dilakukan di lembaga pendidikan,” ujarnya.

Sutiaji meminta kapolres untuk menindak tegas pelaku kekerasan tersebut. Sutiaji akan bekerjasama dengan instansi terkait agar melakukan sertifikasi pada lembaga-lembaga yang menyedia jasa motivator.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com