Padma Desak Polri Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Pekerja Perempuan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Seorang pekerja perempuan bernama Afra Burga Ambol, warga asal kampung Gurung, desa Sita, kecamatan Rana Mese, kabupaten Manggarai Timur, NTT disiksa majikannya Ferdi yang beralamat di Jl. Utama Raya no. 33 Cengkareng, Jakarta Barat.

Korban yang dipekerjakan oleh Yayasan Buana Risma Bekasi Barat tersebut, selama 9 tahun bekerja, majikannya sering menyiksa. Gajinya pun beberapa tahun terakhir tidak diberikan dengan besaran Rp.600 ribu per bulannya.

“Kekerasan fisik dan psikis terhadap pekerja migran asal NTT terutama perempuan baik di dalam negeri maupun di luar negeri sungguh-sungguh merendahkan harkat dan martabat perempuan NTT,” kata Gabriel Goa, direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Kamis (24/10/2019).

Gabriel Goa, direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, dijumpai Cendana News, Kamis (24/10/2019). – Foto: Ebed de Rosary

Kepada Cendana News, Gabriel katakan, adanya perlakuan ini membuktikan pelaku dan aktor intelektualnya jelas-jelas melanggar hukum dan HAM dan harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Padma mendesak Kapolri untuk menindak tegas dan memproses secara hukum pelaku dan aktor intelektual kekerasan terhadap pekerja asal Manggarai Timur, NTT,” tegasnya.

Selain itu tandas Gabriel, Padma juga mendesak presiden RI untuk serius melakukan lobi kepada negara Malaysia untuk menindak tegas dan memproses secara hukum pelaku pembunuhan Adelia Sau.

“Pembunuh Adelia Sau, korban Human Trafficking asal NTT hingga saat ini masih bebas berkeliaran,” ungkapnya.

Pihaknya juga kata Gabriel, mendesak pemerintah provinsi NTT untuk serius dan rela berkorban membela warganya terutama pekerja perempuan yang disiksa.

Bahkan lanjutnya, ada yang sampai mati serta diinjak-injak harkat dan martabat mereka oleh majikan mereka baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Hentikan kekerasan terhadap pekerja perempuan NTT dan stop menjual orang NTT, “ tegasnya.

Sementara itu, salah seorang aktivis perempuan NTT, Bendikta BC da Silva, mengatakan, dirinya sangat terharu melihat pemberitaan adanya pekerja asal Flores, NTT yang disiksa majikannya.

Setelah mendapatkan informasi adanya pekerja perempuan asal NTT yang disiksa majikan dan dirawat di sebuah rumah sakit di Cengkareng, kata Noben sapaannya, dirinya yang sedang berada di Jakarta langsung meluncur ke rumah sakit tersebut.

“Saat saya tiba di sana, korban sudah dibawa pergi oleh seorang warga NTT bernama Priska yang pertama kali menemukan korban dirawat di rumah sakit,” katanya.

Noben berharap agar pihak kepolisian dan pemerintah daerah serius membongkar jaringan pekerja ilegal asal NTT yang selama ini dikirim bekerja di dalam negeri maupun luar negeri.

Lihat juga...