hut

Partisipasi Pengusaha di Kaltim Kembangkan Peternakan Sangat Rendah

Editor: Koko Triarko

SAMARINDA– Mayoritas pelaku usaha di bidang pertambangan dan perkebunan di Kalimantan Timur (Kaltim), melalaikan kesepakatan dengan pemerintah daerah. Mereka diduga enggan memenuhi syarat, ketika mengajukan izin usaha, yakni berpartisipasi mengembangkan peternakan di kawasannya.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Sabani, pada Puncak Bulan Bhakti Peternakan Kesehatan Hewan 2019, di Samarinda, Senin (13/10/2019).

“Mereka (pengusaha) banyak yang lalai. Tidak menjalankan kesepakatan saat mendapatkan izin usaha,” kata Sabani, di hadapan para pejabat pemerintah pusat dan para peternak se-Kaltim. Kondisi itu baru diketahui pemerintah daerah, saat melakukan pendataan.

Kekesalan ini sebagai buntut dari kegagalan Kaltim memenuhi target 2 juta ekor sapi pada 2018. Padahal, jika para pengusaha memberi dukungan, tentu saja target itu sangat mudah dicapai.

Kekesalan itu cukup beralasan, pasalnya luas lahan izin usaha perkebunan sawit saat ini sudah lebih satu juta hektare. Jika satu hektare diisi dua ekor sapi saja, maka akan ada dua juta ekor sapi.

“Belum lagi kalau ditambah dukungan dari perusahaan-perusahaan batu bara yang izinnya sekarang masih sekitar 800 izin. Katakan setiap izin menyiapkan lima ekor, akan lebih besar lagi. Jadi, kita sudah bisa mandiri seharusnya,” tambah Sabani.

Pemenuhan daging lokal memang menjadi prioritas pemerintah setempat. Pembangunan peternakan Kaltim direncanakan melalui peningkatan populasi, produksi dan produktivitas ternak. Namun sayang, program pemerintah ini belum banyak mendapat dukungan dari para pengusaha perkebunan maupun pertambangan.

“Jadi waktu minta izin itu dipersyaratkan untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan peternakan. Tapi dari laporan yang kami terima, mereka sedikit abai dengan kesepakatan yang sudah ditandatangani di awal,” imbuhnya.

Meski demikian, Sabani tak menampik, masih ada perusahaan-perusahaan yang memiliki kepedulian besar dalam pengembangan peternakan ini, khususnya sapi.

Dia juga mengingatkan, agar jajaran peternakan se-Kaltim bersiap mengantisipasi dampak pemindahan ibu kota negara.

Mengingat akan ada peningkatan jumlah penduduk yang berimbas pada peningkatan kebutuhan daging.

Diperkirakan, jumlah penduduk provinsi ini akan naik menjadi 5 juta orang, yang membutuhkan sapi potong sebanyak 150 ribu ekor per tahun.

Sebelumnya, Dinas Peternakan mencatat, kebutuhan sapi potong di Kaltim rata-rata 100 ribu ekor. Dari jumlah itu, Kaltim hanya mampu memenuhi 27,3 persen saja.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com